Tim Advokat JPPA Kudus Tidak Masalah Jika Santri Tidak Menjadi Saksi

JPPA dan tim advokat koodinasi dengan pihak wali santri di Sekretariat JPPA Jati Wetan Kudus yang diduga korban penganiayaa AA (pengasuh Ponpes Darussalam) Cranggang Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

JPPA dan tim advokat koodinasi dengan pihak wali santri di Sekretariat JPPA Jati Wetan Kudus yang diduga korban penganiayaa AA (pengasuh Ponpes Darussalam) Cranggang Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan AA Pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam Cranggang, Dawe kepada sembilan santrinya, tim advokat Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus, Bahagianti berharap kasus tersebut dapat segera terungkap.

”Semoga kasus ini segera terungkap. Ini baru laporan serta kedepannya akan diselidiki. Sebab kita sebagai tim JPPA sudah melaporkan dugaan tersebut kepada PPA Polres Kudus pada Kamis (17/12/2015) lalu. Selain itu juga saksi kunci RPR (kelas IV SD) diharapkan bisa bersedia bersaksi disaat dibutuhkan nanti,” kata Bahagianti, saat dihubungi MuriaNewsCom, Minggu (20/12/2015).

Selain itu, lanjut Bahagianti, misalkan RPR (murid kelas IV SD) itu tidak bersedia atau tidak berani untuk bersaksi dalam pengadilan, pihaknya tidak akan mempermasalahkan. Sebab sudah ada bukti visum dari pihak terkait.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, kedepannya pihak JPPA akan selalu mengawal kasus tersebut supaya bisa cepat selesai dan menemukan jalan terbaik.

”Ya kita akan berusaha untuk bisa selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Supaya kasus ini bisa lancar tertangani dan membuahkan hasil. Sehingga bisa terbuka dengan terang,” pungkasnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)