3 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Rembang Ditahan

Ketiga tersangka dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang (deretan kanan berpakaian beda) akhirnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Jumat (18/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketiga tersangka dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang (deretan kanan berpakaian beda) akhirnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Jumat (18/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Tiga orang tersangka dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Jumat (18/12/2015).

Tiga tersangka itu adalah Muhammad Zuhri (49) warga Sidoarjo Jawa Timur, Budi Harsono (36) warga Kabongan Lor ,Rembang dan Mujiono (41) warga Tireman, Rembang. Penahanan itu dilakukan menyusul pelimpahan tahap kedua berupa berkas perkara, tersangka, dan barang bukti dugaan korupsi itu, dari penyidik di Polres kepada pihak Kejari Rembang.

Pelaksana Harian Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Bintarno mengatakan pihaknya menerima pelimpahan berkas perkara, tersangka, dan barang bukti atas kasus tersebut. Namun, pihaknya menilai ketiga tersangka itu akan menjalani hukuman yang berbeda. Meski sama-sama ditahan, ada kemungkinan Budi dan Mujiono hanya tahanan kota.

“Selanjutnya, kami akan melakukan penahanan terhadap para tersangka. Namun, hanya satu orang yang ditahan di dalam rutan, yakni Zuhri. Karena yang bersangkutan tidak koopratif, sehingga dikhawatirkan ada upaya untuk kabur,” katanya kepada awak media.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menyatakan polisi sempat kesulitan untuk menghadirkan Muhammad Zuhri, Direktur Utama PT Dutarama Surabaya. Sehingga pelimpahan tahap kedua nyaris tersendat.
“Kami menangkap paksa Zuhri di Semarang setelah perintah agar dia wajib lapor tidak dilakukan belakangan ini. Kalau soal indikasi kabur, saya tidak ada bukti ke arah sana,” jelasnya.

Barang bukti yang turut dilimpahkan bersama tiga tersangka tersebut antara lain dokumen kontrak kerja dan tiga unit laptop yang dipakai untuk aktivitas oleh yang bersangkutan. Kaitannya dengan pekerjaan yang diduga dikorupsi. Seluruh barang bukti kemudian diperiksa kejaksaan.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang senilai Rp7,9 miliar, bergulir sejak tahun 2013.Ketika itu polisi menerima laporan indikasi korupsi atas pembangunan gedung tiga lantai oleh PT Dutarama. Diduga, volume dan spesifikasi proyek itu disunat.

Polisi pun langsung bergerak menyelidiki. Tahun 2014, kasus itu dinaikkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan tiga orang tersangka. BPKP Jateng menyatakan ada kerugian negara sebesar Rp. 997 juta dalam proyek ini. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)