Jelang Musim Baratan, 9,5 Ton Beras Dikirim Ke Karimunjawa

asih ada stok beras di salah satu gudang penyimpanan beras di Jepara. Menjelang musim Baratan, Karimunjawa disuplai beras. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

asih ada stok beras di salah satu gudang penyimpanan beras di Jepara. Menjelang musim Baratan, Karimunjawa disuplai beras. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Memasuki musim hujan menjadi momen bersiap-siap sejumlah warga untuk menghadapi musim Baratan di perairan Jepara. Sebab, biasanya ketika musim Baratan aktivitas perairan laut Jepara menjadi mandek. Akibatnya, wilayah terluar Kabupaten Jepara yakni Kecamatan Karimunjawa menjadi terisolir.

Untuk menghadapi musim Baratan, Pemkab Jepara menyalurkan sedikitnya 9,5 ton beras untuk mencukupi kebutuhan pangan di sana. Terutama selama musim baratan yang berdampak keterisoliran Karimunjawa nanti.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Jepara, Adi Nugroho mengemukakan, beras sebanyak itu merupakan stok dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Semua beras itu sudah dikirimkan pada akhir November lalu, melalui Dermaga Kartini Jepara.

”Semua beras dikirim sekaligus dalam sehari melalui Dermaga Kartini. Saat ini sudah tersimpan di dalam gudang beras di Karimunjawa,” ujar Adi kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/12/2015).

Menurut dia, diperkirakan beras sebanyak itu diproyeksikan akan cukup dikonsumsi warga selama musim Baratan yang dipresiksi berlangsung mulai akhir Desember hingga April. Kemungkinan sampai saat ini beras tersebut belum digunakan lantaran distribusi logistik dari Jepara ke Karimunjawa masih lancar, sejalan dengan masih lancarnya arus transportasi. (WAHYU KZ/TITIS W)