Tempat Karaoke Harus Jauh-jauh dari Tempat Ibadah dan Sekolah

Salah satu Pemandu Karaoke (PK) saat memandu tamu di dalam ruang salah satu tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu Pemandu Karaoke (PK) saat memandu tamu di dalam ruang salah satu tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara melalui Pansus tengah menggodok sejumlah Rancangan peraturan Daerah (Ranperda), setelah diparipurnakan baru-baru ini. Salah satu Ranperda yang digodok adalah tentang Pariwisata. Di dalamnya ternyata membahas juga mengenai tempat usaha karaoke.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa mengatakan, di antara syarat yang terangkum dalam Ranperda inisiatif DPRD tersebut yakni usaha karaoke hanya boleh didirikan di wilayah kota kecamatan. Selain itu, harus berjarak minimal 500 meter dari tempat ibadah dan sekolah.

Menurutnya, jika aturan itu disahkan dengan konten itu, maka otomatis usaha karaoke yang didirikan melanggar aturan. Pihaknya tetap akan melakukan tindakan. Dalam hal ini, dia berharap instansi yang berwenang bisa tegas dalam memberikan rekomendasi perizinan usaha karaoke agar sesuai dengan Perda yang akan disahkan.

Selain memberikan surat peringatan, anggota Satpol PP melakukan penyitaan miras. Sebab di Jepara sudah ada Perda yang mengatur tegas mengenai peredaran miras. Satpol PP tidak melakukan penyitaan perlengkapan karaoke sebagaimana yang dilakukan pada razia sebelumnya.

“Sebab kali ini kami hanya memberikan peringatan agar menutup hingga pengesahan Perda,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Perda Yuni Sulistyo mengatakan, pihaknya membenarkan hal tersebut. Tetapi dalam Ranperda tersebut tidak secara detail. Menurut dia, nyaris sama dengan aturan mengenai orkes dangdut, dalam Ranperda tidak diatur secara detail seperti cara berpakaian dan lain-lainnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)