Perda Digodok, Tempat Karaoke Tetap Diminta Tutup

ah seorang petugas Satpol PP Jepara mengamankan peralatan karaoke saat razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ah seorang petugas Satpol PP Jepara mengamankan peralatan karaoke saat razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pariwisata yang didalamnya terdapat aturan tentang hiburan yakni karaoke yang masih digodok di tingkat Pansus DPRD Jepara. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Jepara, kembali meminta agar semua tempat karaoke di Jepara tutup.

”Pengusaha karaoke tetap diminta menutup tempat usahanya, hingga nanti Ranperda yang mengaturnya sudah disahkan oleh Dewan,” kata Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, beberapa hari terakhir ini pihaknya kembali menggalakkan razia tempat karaoke. Beberapa tempat karaoke yang didatangi Satpol PP yakni di Kawasan Pungkruk, Dermaga Kartini dan Shoping Centre Jepara (SCJ). Dia mengakui, meski pusat karaoke di Pungkruk telah dibongkar, namun ada kecurigaan jika ada beberapa tempat yang kembali muncul tempat karaoke.

”Ada tempat karaoke di Pungkruk, tetapi tidak ikut dibongkar karena berdiri di atas lahan pribadi (HM),” ungkapnya.

Pemilik diberikan surat peringatan untuk menutup usaha karaoke hingga adanya Perda Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan, yang salah satu pasalnya memuat aturan mengenai pendirian usaha karaoke.

”Dasar hukum yang kami gunakan mengenai izin mendirikan usaha. Dengan belum adanya aturan, maka otomatis usaha karaoke tersebut ilegal. Kami berharap pengusaha bersabar dan menunggu turunnya Perda. Tinggal nanti peraturan dan syarat mendirikan usaha karaokenya seperti apa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)