HARI ANTIKORUPSI : 10 Keranda Menyeramkan Disiapkan

10 keranda dibawa dalam aksi peringatan Hari Antikorupsi di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

10 keranda dibawa dalam aksi peringatan Hari Antikorupsi di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS –  Peringatan Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember, dirayakan dengan berbagai cara. Satu di antaranya adalah adanya 10 keranda menyeramkan dibawa saat aksi unjuk rasa di Kudus, Rabu (9/12/2015).

Koordinator aksi  Selamet Machmudi mengatakan, keranda itu dimaksudkan untuk penegak hukum yang tidak mampu menangani kasus korupsi di Kudus. “Keranda untuk mereka penegak hukum,” kata Slamet.

Dia mengatakan, korupsi telah menjangkiti semua lini birokrasi. Tidak hanya kalangan eksekutif, yudikatif tetapi juga legislatif. Telah banyak oknum pejabat yang dihukum akibat korupsi dengan kerugian negara tak terhitung nilainya.

“Praktik korupsi dijalankan secara sistematis. Untuk mengungkapnya dibutuhkan keberanian dan langkah-langkah luar biasa dari para penegak hukum. Partisipasi publik dalam memerangi korupsi sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Tidak cukup dengan perbaikan sistem dalam menekan praktik korupsi, keterlibatan publik dalam pengawasan serta keberanian menolak praktik korupsi menjadi faktor penentu keberhasilan dalam perang melawan korupsi.

Dia berharap di hari itu, diharapkan tidak menjadi ajang kegiatan seremonial tahunan semata. Sekaligus momentum gerakan massal melawan praktik korupsi yang hingga kini masih menjadi persoalan serius bangsa Indonesia. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)