Buat Kamu yang Masih Nganggur, Buruan Ini Ada Ribuan Loker di Jepara Menantimu

lowongan-kerja-2

Sejumlah warga antusias menghadiri Pameran Bursa Kerja Tahun 2015 di Dinsosnakertrans Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tahun ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jepara untuk  pertama kali melaksanakan job fair  yang dibiayai dari dana APBD. Pameran ini bertajuk “Pameran Bursa Kerja /Job Fair dan Pameran Produk Kelompok Binaan Teknologi Tepat Guna (TTG) & Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Kabupaten Jepara Tahun 2015”. Kegiatan ini i dilaksanakan di Kantor Disosnakertrans Jepara.

Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid mengatakan, kegiatan digelar selama 2 hari, mulai   4 – 5 Desember 2015. Selain pameran lowongan kerja, juga disertai pameran produk binaan TTG dan TKM. Adapun jumlah peserta sebanyak 20 perusahaan dengan jumlah lowongan yang disediakan mencapai 8.697 lowongan kerja.

“Kegiatan ini sangat  penting, karena  di sini dilaksanakan pelayanan informasi dan fasilitasi pertemuan antara pengguna tenaga kerja dan pencari kerja secara langsung. Hal ini dapat membuka kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat Jepara sesuai kriteria yang diinginkan. Di sisi lain juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Jepara,” ujar Zahid, Jumat (04/12/2015).

Zahid juga menyatakan, bahwa pameran produk binaan TTG dan TKM sangat efektif sebagai media dalam memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat pencari kerja. Dengan harapan, nantinya tidak hanya menjadi pekerja atau karyawan saja, akan tetapi, mengubah pola pikir mereka untuk mau menjadi wirausahawan baru dan membuka lapangan kerja.

Dia juga membeberkan, data Dinsosnakertras hingga  Oktober 2015 menunjukkan ada 582.161 jumlah angkatan kerja di Jepara. Namun dari sekian banyaknya, 544.496 di antaranya bekerja dan  selebihnya masih nganggur.

Permasalahan ini semakin mendesak, manakala pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dari pada pertumbuhan kesempatan kerja. Mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan. Salah satunya memperbesar jumlah investasi di daerah. Orientasi kebijakan industri pro job, yakni membuka kesempatan kerja dan menurunkan high cost economy. Hal ini, juga diikuti dengan menata birokrasi dan regulasi terkait investasi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)