PNS di Jepara Diminta Siap Hadapi Masa Pensiun

PNS

JEPARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Sholih mengatakan, sebagaimana perundang-undangan, ada batas usia atau masa pensiun bagi semua pegawai negeri sipil (PNS). Untuk itu, PNS di Kabupaten Jepara harus siap menghadapi masa pensiun dengan memaksimalkan peran dan tugas ketika masih muda.

“Dalam sebuah penelitian disimpulkan bahwa hanya 1% dari pensiunan pada usia 65 tahun yang hidup makmur, 4% hidup atas dukungan keluarga, anak dan saudara, 5% harus kerja lagi, 54% hidup di bawah garis kemiskinan dan 36% meniggal dunia,” ujar Sholih, Senin (30/11/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, menurut World Health Organization (WHO) dan Undang – undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, disebutkan sejak memasuki usia 60 tahun. “Terlepas bagaimana validasi penelitian, data itu patut menjadi perhatian. Kalau bisa, tentu semuanya berharap masuk pada klasifikasi 1% yaitu hidup makmur. Tetapi, untuk bisa hidup makmur maka kita harus sehat secara fisik, sehat secara ekonomi, sehat secara psikis dan sehat secara spiritual,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, sesuai ketentuan perundang – undangan, PNS akan pensiun pada usia 58 tahun untuk staf sampai pejabat eselon III dan 60 tahun untuk guru atau dosen dan pejabat eselon I dan II serta pejabat fungsional. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Yuk, Percantik Rumah Anda dengan Kerajinan Jati dari Jepon Blora yang Murah Tapi Bukan Murahan

Darsono perajin kayu jati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Darsono perajin kayu jati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Kabupaten Blora yang memiliki kekayaan alam berupa hutan jati yang luas, membuat masyarakat sekitar berupaya memaksimalkan hal tersebut, dengan membuat kerajinan yang berbahan dasar kayu jati.

Desa Jepon, Kecamatan Jepon, Blora, merupakan salah satu sentra kerajinan kayu jati. Di sana, terdapat aneka ragam kerajinan yang menarik, untuk bisa menambah nilai artistik rumah Anda. Dan jangan khawatir, harga kerajinan dari kayu jati di tempat ini harganya bisa lebih murah dibanding di tempat lain. Namun, pastinya hal itu tidak murahan.

“Kalau ada yang beli dengan partai besar, dan langsung kesini kami bisa memberikan harga yang lebih miring,” ungkap Darsono, salah satu perajin kayu jati di Desa Jepon.

Berbagai kerajinan tangan, di tempat ini antara lain, aneka lampu hias, tempat payung, asbak, celengan, patung, piring, tempat makan, meja, kursi, dan lain-lain. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Misteri ‘Watu Ngaleh’ yang Kerap Celakakan Pengendara di Pelang Mayong Jepara

Daerah Pelang, Mayong, Jepara yang diyakini warga sebagai daerah yang mistis dengan keberadaan Watu Ngaleh yang mencelakai masyarakat yang melintas. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Daerah Pelang, Mayong, Jepara yang diyakini warga sebagai daerah yang mistis dengan keberadaan Watu Ngaleh yang mencelakai masyarakat yang melintas. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

 

JEPARA – Kisah mistis yang menggemparkan juga terjadi di ruas jalan raya daerah Pelang, Mayong, Jepara. Di jalur utama Jepara-Kudus tersebut sering terjadi peristiwa aneh yang berkaitan dengan hal gaib. Warga sekitar menyebutnya sebagai “Watu Ngaleh” atau batu berpindah.

Menurut warga sekitar Nur Cholis, dalam setahun sering terjadi kecelakaan di daerah tersebut. ” Dan dari pendapat korban serta saksi dan penduduk disebabkan karena ulah Watu Ngaleh yang membuat kendaraan terjatuh bahkan merenggut nyawa pengendara,” ujar Cholis.

Ali Rahman, salah satu korban yang pernah jatuh di daerah tersebut menceritakan pengalaman nahasnya di lokasi itu. “Awalnya ada kendaraan yang menyalip dan menghabiskan badan jalan hingga terpaksa saya turun dari jalan aspal. Namun ketika sudah di tanah ada batu berukuran cukup besar yang membuat saya terjatuh,” ungkapnya.

Kejadian tersebut juga dialami oleh kedua anaknya beberapa tahun setelahnya dengan cerita yang hampir sama. Pada akhirnya warga setempat pernah membersihkan batu-batu besar di ruas jalan tersebut. Namun kejadian yang sama masih sering terulang.

Di jalan yang cukup ramai dan rindang karena banyak ditumbuhi pohon besar tersebut juga diyakini dihuni oleh banyak makhluk halus. Apalagi dengan banyaknya korban yang meninggal di daerah tersebut membuat kondisi jalan semakin terlihat angker.

Beberapa tahun silam, sebuah kecelakaan besar juga sempat terjadi. “Pernah ada pohon besar yang tumbang dan jatuh ke arah jalan raya yang menewaskan anggota keluarga karena pohon menjatuhi mobil yang sedang melintas,” ceritanya.

Dalam kecelakaan tersebut hanya menyisakan seorang anak balita yang sementara sisa keluarga yang lain meninggal. Karenanya, dia berharap agar pengguna jalan melintas lebih hati-hati. “Tidak mengebut karena kondisi jalan yang menurun akan semakin meningkatkan potensi kecelakaan,” kata Ali.(AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Ini Manfaat Rokok yang Perlu Kamu Tahu

manfaat-rokok

Komunitas Hidroponik Kudus yang menggunakan pestisida alami untuk menghilangkan hama tanpa merusak kesehatan. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

 

KUDUS – Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil. Hewan, juga  dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.

Untuk membasmi hama dan penyakit, sering kali menggunakan pestisida. Namun, tahukah Anda, pengunaan pestisida yang berlebihan dan tidak tepat justru dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar.

Untuk menghindari hal itu, sebenarnya ada cara lain yang dapat digunakan dan tidak menimbulkan bahaya.

Saat ini sudah banyak eksperimen dan penemuan yang dilakukan untuk menghadapi masalah tersebut. ” Baru-baru ini kami mencoba membuat pestisida sendiri dengan bahan alami menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Bahan tersebut memanfaatkan tembakau rokok dan bawang putih,” ujar Nanang Naharuddin, Ketua Komunitas Hidroponik Kudus.

Menurutnya, beberapa serangga memang secara alamiah akan tertarik dengan bau bunga, buah serta bagian lain tanaman. Untuk itu, hal yang paling utama adalah bagaimana caranya agar serangga tidak bisa mendeteksi bau tersebut, yaitu dengan mengalihkan bau.

“Kita mencoba dengan rokok serta bawang putih yang memiliki aroma khas sebagai pestisida sehingga serangga akan menjauhi, ” katanya.

Untuk pembuatan pestisida dari bawang putih dan rokok, katanya, bisa dilakukan dengan cara berikut. Untuk rokok, sisihkan terlebih dahulu bagian tembakau. Sementara pada bawang putih cukup dikupas dan di hancurkan. Masing-masing rendam dengan air sebanyak 500 ml kedalam wadah tertutup dan diamkan hingga 24 jam dan kocok.

Untuk penggunaan, 1 sendok teh larutan rendaman rokok atau bawang putih dicampur dengan 1 liter air. Kemudian semprotkan pada tanah dan tumbuhan secara merata.

“Karena larutan yang sangat encer dengan konsentrasi yang tidak pekat tidak akan membahayakan kesehatan manusia. Namun sangat efektif untuk mengusir serangga karena memiliki penciuman yang tajam,” jelasnya.

Sebagai percobaan, dapat membuat pestisida dari bawang putih terlebih dahulu. “Dan jika terlalu banyak hama bisa menggunakan tembakau rokok atau bagian filternya. Atau bisa dimaksimalkan dengan senjata biologi dari hama,” ungkapnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Dropping Air di Rembang Dihentikan Ketika Permintaan Masih Tinggi, Ada Apa?

droping-air

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Curah hujan yang masih rendah dan belum merata di wilayah Kabupaten Rembang menyisakan permasalahan tersendiri bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang. Pasalnya, anggaran dana untuk dropping air sudah habis, sementara permintaan masyarakat terhadap dropping air masih tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Rembang Suharso melalui Kasi Logistik Ahmad Makruf mengatakan, dropping air sudah dihentikan pada November ini, namun permintaan masyarakat semakin banyak.

“Dana induk sudah habis pada pertengahan November. Meski ada dana perubahan untuk dua minggu, namun minggu terakhir bulan November sudah habis. Tapi permintaan air dari masyarakat semakin bertambah,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015).

Menurutnya, dropping air terakhir yang dilakukan oleh BPBD Rembang yakni kepada warga Sendang Agung, Kecamatan Kaliori, pada Jum’at (27/11/2015). Dari total keseluruhan 97 desa yang mengajukan permintaan dropping air, katanya, semua sudah mendapatkannya.

“Semua sudah didropping, tapi ini sudah berhenti. Jika masih banyak desa yang mengajukan permintaan droping air di bulan Desember nanti, kami masih mencarikan solusinya. Saat ini kami juga sedang mengkaji terkait dana tak terduga,” tegasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Hore, Tarif Listrik Turun Pada Desember, Ini Info Pentingnya

listrik_01

 

KUDUS – Ini info penting yang wajib kamu baca. Yakni, PT PLN (Persero) menyatakan tarif listrik bagi pelanggan yang sudah tidak disubsidi mengalami penurunan pada Desember 2015 jika dibandingkan dengan November 2015. Penurunan tersebut untuk mentaati Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31 Tahun 2014 yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 09 Tahun 2015 mengenai tariff adjustment yang diberlakukan setiap bulan.

Dari web resmi PLN, pelanggan yang mengalami penurunan tarif adalah pelanggan golongan tarif rumah tangga sedang (R-2) daya 3.500 Volt Ampere‎ – 5.500 VA dan rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas dari Rp. 1.533 per kilo Watt hour (kWh) saat November 2015 menjadi Rp. 1.509 per kWh pada Desember 2015.

Sedangkan untuk golongan tarif bisnis sedang, industri besar, kantor pemerintah, PJU dan layanan khusus juga mengalami penurunan tipis dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar rupiah yang menguat beberapa waktu terakhir.

Sementara untuk pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial tarifnya tetap dan tidak diberlakukan tariff adjustment. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh pemerintah.

Dari penyesuaian per Desember ini, sebanyak 12 golongan tarif listrik sudah mengikuti mekanisme tariff adjusment.  Ke-12 golongan tarif listrik tersebut adalah:

  1. Rumah Tangga R-1/Tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA
  2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
  3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA
  4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
  5. Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
  6. Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya diatas 200 kVA
  7. Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA
  8. Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
  9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
  10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200 kVA
  11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan
  12. Layanan khusus TR/TM/TT.

(AKROM HAZAMI)

Mei 2016, Sensus Ekonomi Akan Dilakukan di Kudus

sensus-ekonomi

Kepala BPS Kudus Endang Tri Wahyuningsih memberikan penjelasan mengenai Sensus Ekonomi di Hotel Griptha. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Badan Pusat Statistik (BPS), dalam 2016 mendatang akan menggelar sensus ekonomi. Dengan bentuk kegiatannya adalah survei yang merupakan salah satu progam tahunan.

Hal itu diutarakan Kepala BPS Kudus Endang Tri Wahyuningsih. Menurutnya, progam secara sepuluh tahun tersebut bakal berlangsung pada 2016 saat Mei. “Kegiatan akan dimulai pada Mei mendatang. Dengan berbagai persiapan yang sudah dirancang sebelumya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, di Kudus baru diselenggarakan sensus ekonomi kali keempat. Sebelumnya sensus ekonomi dilaksankan pada 1986, 1896, dan 2006. Sedangkan berikutnya pada 2016 mendatang. Sensus ekonomi merupakan pendataan lengkap seluruh kegiatan ekonomi yang ada di wilayah indonesia. Jadi, katanya, pendataan yang dilakukan akan lebih detail dan mendalam.

“Sensus ekonomi dilaksankan di seluruh wilayah NKRI, dan mencakup semua aktivitas ekonomi dan skala ekonomi. Kecuali dari sektor pertanian,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Grobogan Dongkrak Pendapatan Daerah dengan Upaya Ini

Anggota dprd Grobogan sedang mendengarkan penjelasan dari Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota dprd Grobogan sedang mendengarkan penjelasan dari Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Guna tingkatkan pendapatan daerah, Pemkab Grobogan mengajukan enam Raperda pada pihak legislatif. Diharapkan keenam raperda itu bisa dibahas dan diselesaikan pada tahun 2016.

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono mengatakan, keenam raperda itu terdiri dari penyelenggaraan perpustakaan. Kemudian, perubahan Perda No 2 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum, perubahan Perda No 3 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha.

Selanjutnya, perubahan Perda No 4 tahun 2012 tentang retribusi perizinan tertentu.

“Dua raperda lagi adalah perubahan Perda No 6 tahun 2010 tentang pajak daerah dan perubahan Perda No 15 tahun 2013 tentang perlindungan anak. Raperda ini kita ajukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah,” kata bupati dalam sidang paripurna DPRD Grobogan, Senin (30/11/2015).

Setelah mendengarkan jawaban dari bupati, Plt Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo yang memimpin sidang paripurna kemudian memutuskan membentuk panitia khusus yang nanti akan membahas enam raperda tersebut. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Selamat! Tenis Meja Kudus Sabet 6 Medali di Bandung

Atlet tenis Meja Kudus berfoto bersama dalam turnamet di ITB Open, Bandung, Jabar.

Atlet tenis Meja Kudus berfoto bersama dalam turnamet di ITB Open, Bandung, Jabar.

 

KUDUS – Kejuaraan Tenis Meja ITB Open 2015 di Bandung, Jabar telah berakhir. 29 atlet tenis meja Kudus yang mengikuti kejuaraan tersebut berhasil membawa pulang 3 perak dan 3 perunggu.

Heni Sandra Nurwati, Ketua Pengkab PTMSI Kudus mengatakan dengan susah payah dan kelelahan atlet Sukun akhirnya membuahkan hasil. Serta mampu membawa nama tenis meja Kudus dari Sukun di kejuaran besar tersebut.

“Meski belum berhasil menyumbang emas namun kami bisa mengumpulkan 6 medali di ITB Open dari berbagai kategori permainan, ” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Heni melanjutkan, ada kejutan di kelas Veteran atas nama Bambang Sutidjo yang sangat luar biasa bisa mengalahkan banyak jagoan veteran. Terutama dari Bandung, Jakarta dan Jawa Timur.

Melihat prestasi tersebut, dirinya merasa bangga karena atlet di usia 50 tahun keatas dengan semangat yang luar biasa masih bisa mengukir prestasi. “Semoga kami bisa mencontoh beliau agar bisa terus mengasah dan mengukir prestasi, ” imbuhnya.

Berikut hasil pertandingan dan rincian medali yang diperoleh atlet tenis meja Kudus.

Indri peringkat 2 Kelas Mahasiswi, Noni peringkat 3 kelas Mahasiswi, Doni peringkat 3 kelas Mahasiswa dan peringkat 2 kelas umum. Kadet putri juara 3, dan Bambang Sutidjo peringkat 2 kelas Veteran. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

627 Rumah di Pati Rusak Dihantam Angin Kencang

Kondisi salah satu rumah warga yang luluh lantak dihantam angin puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi salah satu rumah warga yang luluh lantak dihantam angin puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sedikitnya 627 rumah di Desa Trikoyo dan Boto, Kecamatan Jaken, Pati, mengalami rusak ringan akibat diterjang angin topan pada Minggu (29/11/2015) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dua rumah milik Tambiyo (65) dan Yarman (51), warga Desa Trikoyo roboh. Total kerugian di Desa Trikoyo ditaksir mencapai Rp 255 juta.

Sementara itu, kerugian 175 rumah yang mengalami rusak ringan di Desa Boto ditaksir mencapai Rp 115 juta. “Angin ribut disertai dengan hujan lebat yang berlangsung selama 15 menit mengakibatkan 450 rumah di Desa Trikoyo dan 175 rumah di Desa Boto rusak. Rumah roboh rata dengan tanah ada dua,” ujar Anggota Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Pati Sunarto saat dihubungi MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015) pagi.

Ia menambahkan, kejadian berlangsung cukup lama, yakni sekitar 15 menit dan menyebabkan warga berhamburan keluar. Sejumlah pohon ikut tumbang diterjang angin ribut. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Ini Bakal jadi Spot Kece Buat Foto di Kudus

Warga menikmati wajah Alun-alun Kudus yang baru. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menikmati wajah Alun-alun Kudus yang baru. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bosan dengan spot foto yang sudah-sudah, dan ingin mengganti atau mencoba dengan hal baru di lokasi baru di Kudus? Sabarlah, sebentar lagi spot foto baru akan rampung dan bakal dapat digunakan untuk berfoto sepuasnya.

Lokasi tersebut ada di pusat Kota Kretek. Yakni Alun-alun Simpang Tujuh. Pembuatan taman dengan berbagai warna bunga akan menjadi lokasi menjepret yang banyak diminati masyarakat, khususnya kaum hawa yang lebih menyukai bunga.

Hal itu terlihat dari keramaian di taman bunga di alun-alun. Meski pembangunannya masih belum rampung, namun masyarakat sudah tidak sabar untuk bermain, ngobrol hingga berfoto di lokasi.

Semisal Nur Sulistyo, warga Kecamatan Kota di Kudus. Menurutnya alun-alun yang sekarang lebih menarik. Makanya ketika dia punya waktu luang bersama dengan keluarganya, disempatkannya mengunjungi alun alun. Dan tempat favorit adalah di taman baru yang belum sepenuhnya jadi.

“Banyak tanaman bunga, jadi ramai. Tempat duduknya juga banyak sehingga lebih betah,” katanya saat ditemui MUriaNewsCom.

Berdasarkan pantauan, masyrakat lain juga banyak yang berfoto. Bahkan, saat CFD tiba, lokasi tersebut juga ramai dikunjungi.

Sumiyatun, Plt Kepala dinas Cipkataru mengatakan, alun-alun dibuat memang untuk mempercantik Kudus.

“Kami berupaya untuk menyelesaikan dengan cepat. Kami sudah berkomunikasi dengan kontraktor untuk menyelesaikan maksimal pertengahan Desember,” ujarnya.

Lokasi lain yang masih di Simpang Tujuh adalah pada tulisan Simpang Tujuh. Lokasi baru tersebut sekarang memang belum dibuat, namun pada pertengahan Desember mendatang sudah jadi dan dimungkinkan tidak akan kalah dengan taman lainnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Pendirian Lokalisasi Baru di Pati, Muhammadiyah : Rusak Moral Warga

Ketua PD Muhammadiyah Pati Sutaji. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua PD Muhammadiyah Pati Sutaji. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Setelah menuai kecaman dari kalangan legislatif dan tokoh NU, rencana pendirian lokalisasi baru di daerah Margorejo, Pati, mendapatkan sorotan dari salah satu ormas Islam, Muhammadiyah.

Karena, dua lokalisasi yang sudah ada di Pati saat ini, dinilai cukup merusak moralitas warga Pati. Karena itu, Muhammadiyah mengecam adanya wacana pendirian lokalisasi baru di sekitar Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru.

“Dua lokalisasi yang ada saat ini saja sudah cukup merusak moralitas warga. Itupun PSK yang ada di dua lokalisasi saat ini harus dibina agar perlahan lepas dari lokalisasi dan mandiri. Ini malah mau ada rencana pendirian lokalisasi baru. Jangan sampai Pati menjadi pusat lokalisasi,” ujar Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pati Sutaji saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015).

Ia menambahkan, lokalisasi memberikan dampak buruk dari berbagai aspek, mulai dari dampak sosial seperti merosotnya moralitas warga hingga dampak kesehatan seperti ancaman penyakit mematikan HIV/AIDS.

“Jangan sampai gara-gara lokalisasi tumbuh subur di Pati menyebabkan penyakit HIV menular menyebar luas. Dampak penyebaran paling signifikan ada pada ibu rumah tangga dan anak. Kalau sudah begitu, hancur masa depan generasi bangsa,” tukasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Desember masih Nganggur? Simak Informasi Lowongan Kerja Ini

Karier

KUDUS – Buat kamu yang masih belum memiliki pekerjaan saat akhir tahun 2015 ini, simak informasi lowongan kerja terbaru berikut. Lowongan kerja edisi Desember yang sayang kalau dilewatkan. Dengan posisi kerja di areal Kudus, dan sekitarnya.

1. Butuh PRT di Pati. Gaji awal Rp 900.000 per bulan. Kalau bagus, akan ditambah lebih dari sejuta. Hubungi 08985783935/59ba71a5

2. Butuh penghasilan tambahan? Bisa ikut bisnis Amos Co. Info lebih lanjut, datang di CFD di Alun-alun Kudus, atau hubungi 085226133248

3. Dibutuhkan segera di PT Mega Atlas Wisata
Bagian Ticketing Staff.
Dengan Persyaratan sebagai berikut:
• Wanita
• Single, Maksimal Umur 22 Tahun
• Pendidikan min SMA/SMK/Sederajat (Diutamakan lulusan Pariwisata)
• Menguasai Komputer (Ms.Excel/Ms.Word)
• Jujur, Berkepribadian Baik, Berpenampilan Menarik
• Dapat Berkomunikasi Dengan Baik
• Mampu Bekerja Team Dan Target
• Mampu Mengendarai Sepeda Motor Dan Memiliki Sim C
• Bersedia Belajar Tour Dan Lebih Di Sukai Bisa Berbahasa Inggris
Kirim Lamaran Anda Sekarang di PT Mega Atlas Wisata
Jl.R Agil Kusumadya No 113 Kudus
Telp(0291)4249898 / Hp (081226251555)

4. Dibutuhkan (SECEPATNYA) karyawati jaga stand donut
Di MR JAVA DONUT
Syarat :
– wanita
– jujur
– supel
– rajin
Lamaran dikirim langsung di outlate MR JAVA cabang Ramayana/ di Foodcourt matahari. 0856 0102 5777 (arief)

5. Di cari karyawan studio foto dan video Gelora photo Kudus. Syarat:
Laki laki
Jurusan multimedia di utamakan bisa photoshop ,dan corel
Minimal lulusan smk
rajin dan sopan
Lamaran silahkan kirim langsung di Gelora Studio Jalan Sunan Muria Nomor 7 depan SMPN 1 Kudus atau samping pengadilan deket Rumah Warna.

6. PANDU LOGISTICS KUDUS
Jalan HOS Cokroaminoto 20 Kudus
membutuhkan :
Driver
Persyaratan :
Laki-laki Usia max 40 tahun
Minimal memiliki SIM B1
Bersedia dinas malam rute Kudus-Semarang PP
Segera kirim lamaran ke alamat tersebut di atas.

7. Kurir di JNT ekspress Kudus. Syarat:
laki laki
SMA
sopan
memiliki pengalaman
SIM C
hp android
usia min usia 22 th , max 30 th
domisili di kudus
tidak bertato. Kalau ada yang berminat bisa hubungi ke 085740543706 atau ke 56E524B2

8. LOKER DI KONTER
Dibutuhkan segera Karyawan / Karyawati dengan syarat sebagai berikut :
Berusia 17th sd 23 th
Menarik dalam penampilan
Siap kerja sift
Jujur, disiplin
Mengirimkan surat lamaran kerja disertai no.HP
Pendidikan terakhir min SMA/SMK sederajat
Foto kopi KTP
Foto kopi ijazah terakhir
Pas photo 4×6 2 lembar
Menguasai computer Ms. Word & Excel
Tidak terikat dengan instansi perusahaan lain.
Jam Kerja
Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Siang : 14.00-21.00 WIB
Gaji Rp 600rb/bln
Kirim CV segera ke MALIBU Reload, Jln. Depan Taman Ganesa Kudus sebelum tanggal 22 November – 05 Desember 2015.
Semoga Anda beruntung. Tunggu info lowongan kerja terbaru lainnya di MuriaNewsCom. (AKROM HAZAMI)

BMX dan Skateboard Kudus Mumpuni Meski Belum Dinaungi KONI

Salah satu pesepeda BMX melakukan latihan di tempat penggemblengan kemampuan atraksi sepeda di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu pesepeda BMX melakukan latihan di tempat penggemblengan kemampuan atraksi sepeda di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ternyata tidak semua cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI setempat. Di antaranya adalah olahraga ekstrim jenis atraksi seperti skateboard dan sepeda BMX.

Hal itu diungkapkan Afandi Sudarnoto, pendiri TS Skatepark, sebuah nama klub olahraga ekstrim di Kudus. Menurutnya, olahraga itu belum dinaungi KONI lantaran pemerintah pusat juga belum mengakomodasinya.

“Kalau upaya sudah ada, namun terbentur sama aturan. Jika di pusat tidak ada cabang tersebut, maka tidak bisa dilakukan di daerah. Kuncinya hanya itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Padahal, menurut pria yang akrab dipanggil Totok Sunat itu, olahraga tersebut memiliki banyak peminat. Hal itu terlihat dari klub yang dibinanya. Jumlah anggotanya mencapai sekitar 20 orang.

Selain itu, anggota juga terus bertambah. Untuk itulah, pihaknya membuatkan arena bermain untuk menyalurkan hobi peminat olahraga ekstrim di Desa Peganjaran.

Setiap kali even digelar, antusias warga untuk berpartisipasi juga tinggi. Di even terakhir yang diadakan beberapa waktu lalu, jumlah pesertanya mencapai sekitar 70 orang. Dengan tingkatnya Keresedinan Pati.
(FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

The Life of Kartini Akan Diangkat ke Layar Lebar

Pementasan The Life of Kartini di Pendapa Kabupaten Rembang, Sabtu (28/11/2015) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Pementasan The Life of Kartini di Pendapa Kabupaten Rembang, Sabtu (28/11/2015) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Pementasan The Life of Kartini pada Sabtu (28/11/2015) malam, mampu menghadirkan perspektif berbeda tentang pemikiran Kartini, yang sering dipahami dekat dengan Kolonial Belanda dan abangan.

Sutradara Tri Mudai menjelaskan, perjuangan Kartini berangkat dari pemikiran kaum santri, sebagai murid kesayangan Kiai Saleh Darat. The Life of Kartini menceritakan fragmen kehidupan Kartini selama kurang dari satu tahun di Rembang.

”Teks pementasan ini menolak bahwa Kartini sangat dipengaruhi Belanda dan tidak santri,” ujar pria dari Desa Sulang ini ditemui usai pementasan.

Betapa dekatnya Kartini dengan kehidupan santri yang agamis, lanjut pria yang akrab disapa Dai, divisualkan pada sejumlah adegan yakni pada dialog yang menggambarkan perjuangan intelektualnya, hingga kemunculan sosok Kiai Soleh Darat secara simbolis menghadiahi Tafsir Alquran dalam pernikahannya.

Dai juga membeberkan, kisah perjuangan Kartini di Rembang juga dilirik oleh sutradara terkenal dari ibukota, dan akan diangkat menjadi film layar lebar. Namun siapa sutradara yang dimaksud, dia masih enggan membeberkan.

Bagi masyarakat yang penasaran, lanjut Dai, bisa menyaksikan pentas teater Kartini di lokasi yang sama, pada 31 Desember mendatang. ”Sedangkan 21 April tahun depan, akan diangkat pada ajang yang lebih bergengsi,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Inilah Alasan Pemkab Kudus Usulkan Elpiji Naik Hingga 50 Persen

Pedagang elpiji 3 kg sedang mengemas dagannya untuk diantarkan ke pembeli. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang elpiji 3 kg sedang mengemas dagannya untuk diantarkan ke pembeli. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pemkab Kudus dalam mengusulkan penambahan elpiji tiap tahun bukanlah tanpa alasan. Melainkan, pemkab Kudus mempunyai perhitungan sendiri dalam memberikan angka usulan elpiji selama setahun.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Dagsar Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, pertimbangan penambahan usulan disebabkan pengguna elpiji jenis 3 kilogram yang semakin bertambah. Selain itu juga, banyak pula yang menyalahi penggunaan elpiji jenis melon tersebut.

”Rata rata kebutuhan elpiji jenis 3 kg tiap bulan diangka 561.830 tabung. Berarti selama setahun menghabiskan 6.741.960 tabung. Padahal jumlah KK per 1 Oktober tercatat 273.988 KK. Jika 85 persen menggunakan elpiji 3 kilo, maka asumsi kami akan menghabiskan 12 kilo per bulan. Dan itu akan membutuhkan elpiji yang sangat banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, alasan lainnya adalah kalangan usaha mikro dan PKL kuliner serta makanan olahan. Totalnya sekitar 2.265 dengan rasio penggunaan mencapai 18 kilo setiap bulannya. Dengan dasar itulah diusulkan penambahan elpiji yang sangat banyak itu.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk setiap tahun juga pastinya semakin banyak. Selain itu, penggunaan elpiji tabung melon juga banyak digunakan untuk kalangan pengusaha serta para PKL di Kudus dengan jumlah yang selalu meningkat.

”Mudah-mudahan dapat mencukupi kebutuhan masyrakat Kudus selama setahun. Dengan usulan kenaikan yang mencapai 50 persen dari kebutuhan di 2015,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kontingen Jati Raih 24 Medali Emas di Puncak Klasemen Porkab

Pertandingan Taekwondo Porkab Kudus 2015 yang digelar di Auditorium UMK, kemarin. (ISTIMEWA)

Pertandingan Taekwondo Porkab Kudus 2015 yang digelar di Auditorium UMK, kemarin. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Kemampuan kontingen Kecamatan Jati memang tidak diragukan lagi. Meski sempat tercecer di peringkat bawah pada awal pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Kudus 2015, justru di hari terakahir mampu melejit di klasemen dalam perolehan medali. Yaitu sebelum penutupan, hari ini Minggu (29/11/2015), Jati mampu meraih 24 medali emas dan sukses menjadi pemuncak klasemen perolehan medali.

Dalam kesuksesannya tersebut tentu saja tak terlepas dari kemampuan atlet-atletnya yang unggul pada cabor-cabor yang dikenal sebagai lumbung medali. Yaitu atletik dengan sembilan medali emas, pencak silat dengan 10 medali emas, karate tiga emas, disusul voli indoor dan gulat dengan dua emas.

”Ya, atlet kami memang banyak yang unggul di cabor-cabor terukur serta beladiri yang menyediakan banyak medali,” kata Suharso, Camat Jati.

Sementara, Kecamatan Dawe sukses memposisikan diri di peringkat kedua perolehan medali dengan 11 medali emas. Sebenarnya, perolehan medali emas Dawe ini sama dengan dua kecamatan lain, yakni Kecamatan Gebog dan Bae. Namun, Dawe lebih unggul pada perolehan medali perak dan perunggu.

Panitia Porkab, Heru Widiayan mengatakan, posisi klasemen perolehan medali ini sangat mungkin bisa bergeser lantaran sejumlah cabor lain belum menyelesaikan pertandingan seperti renang, taekwondo, bulutangkis dan sepak bola.

Dua cabor yakni renang dan taekwondo bakal menjadi ajang pertarungan ketat bagi masing-masing kontingen, karena memperebutkan cukup banyak medali. ”Cabor renang memiliki 12 medali dan taekwondo 18 medali. Ini tentu membuat persaingan masih terbuka,” ujarnya.

Rencananya, semua pertandingan Porkab berakhir pada Senin (30/11/2015). Pertandingan ditutup dengan final sepak bola yang digelar di Stadion Wergu Wetan. Pertandingan final tersebut sekaligus juga dilanjutkan dengan clossing ceremony Porkab di tempat yang sama. (TITIS W)

The Life of Kartini di Rembang Sukses Memukau Penonton

Pementasan The Life of Kartini di Pendapa Kabupaten Rembang, Sabtu (28/11/2015) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Pementasan The Life of Kartini di Pendapa Kabupaten Rembang, Sabtu (28/11/2015) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Untuk kali pertama, kisah hidup dan perjuangan Raden Ajeng Kartini di Rembang diangkat menjadi pertunjukkan teater, pada rangkaian kegiatan Rembang Culture Festival (RCF) Sabtu (28/11) malam. Penonton dibuat terpukau oleh setiap adegan yang ditampilkan.

Pertunjukan yang digagas Masyarakat Seni Rembang atau Rembang Art Society tersebut, menceritakan fragmen kehidupan Kartini selama kurang dari setahun perjuangannya di Kota Garam pada awal 1900-an.

Pada pentas teater yang bertempat di Pendapa Kabupaten Rembang yang berada di rumah pengabdian Kartini, ratusan penonton diajak melihat kembali kondisi masyarakat pada masa kolonialisme di Rembang tahun 1903.

Setting tata audio visual panggung dibuat senatural mungkin, sehingga penonton pun merasa berbaur dengan pemain. Sejumlah alat musik tradisional seperti gamelan kebo giro, tetap dipertahankan untuk ilustrasi musik.

Kisah bermula saat Kartini yang diperankan Mailani Sumelang, dipersunting Bupati Rembang, Singgih Djodjo Adiningrat yang diperankan Zamroni. Pernikahan Kartini dihadiri oleh sang guru, kiai Soleh Darat.

Berlanjut pada perjuangan Kartini mengajar kaum perempuan, dan keinginannya menyusun Babad Tanah Jawa yang didukung penuh restu Bupati Rembang. Hingga Kartini menghembuskan nafas terakhirnya, usai melahirkan putra semata wayang Raden Mas Soesalit.

Sutradara Tri Mudai mengatakan, pertunjukkan The Life of Kartini merupakan hasil kolaborasi Rembang Art Society bersama Teater Ataru dari SMA Negeri II Rembang. Menurut pengakuannya berbagai masalah dihadapi, mulai proses pembuatan naskah, latihan, hingga dipentaskan.

”Ini kan kolaborasi, jadi harus memadukan skill pemain yang sudah lama berteater, dan yang baru dua tahun berteater. Selain itu memadukan banyak ide estetika, tidak memusat pada sutradara lebih akomodatif dalam hal koreografi, artistik, dan keaktoran. Namun semua bisa teratasi dan lancar,” ungkapnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Februari 2016, Usulan Elpiji di Kudus Diperkirakan Ditambah Hingga 50 Persen

Pedagang elpiji 3 kg sedang mengemas dagannya untuk diantarkan ke pembeli. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang elpiji 3 kg sedang mengemas dagannya untuk diantarkan ke pembeli. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Usulan penambahan elpiji Kudus 3 kilogram, direncanakan bakal keluar pada Februari 2016 mendatang. Hal itu diyakini lantaran usulan penambahan sering keluar pada Februari. Begitu pula pada tahun sebelumnya, usulan keluar pada Februari.

Hal itu disampaikan kasi Perdagangan Dalam Negeri dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sofyan Dhuhri kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, usulan tahun 2016 juga diperkirakan keluar Februari. Dan untuk usulannya, pemkab usulkan kebutuhan elpiji selama 2016 mendatang kepada provinsi dengan jumlah 10.112.940 tabung.

”Untuk menjawab surat dari provinsi, dalam hal ini Asisten Ekonomi dan Pembangunan, kami usulkan penambahan elpiji selama 2016. Dan sekarang surat tersebut sudah masuk ke provinsi. Jadi tinggal menunggu balasan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Jumlah usulan tersebut, jelas lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2015 saja, yang asumsi penggunaan menghabiskan jatah sekitar 6,7 juta tabung. Kenaikan usulan untuk 2016 naik hingga 50 persen. Jumlah tersebut terkait jauh jika dibandingkan 2014 lalu yang hanya 6.124.000 tabung saja.

”Untuk 2015, usulan elpiji selama setahun mendapatkan jatah sejumlah 6.963.450 tabung. Jumlah tersebut lebih banyak, jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sejumlah 6.124.000 tabung elpiji 3 kilogram,” imbuhnya.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan usulan saja, sedangkan jatah diterimanya masih menunggu surat resmi dari provinsi. Dan biasanya, provinsi bakal membahas kebutuhan elpiji selama setahun sebelum menentukan jatah untuk kabupaten, termasuk juga Kudus. (FAISOL HADI/TITIS W)

Inilah Alasan Dibuatkan Arena BMX dan Skateboard di Kudus

Arena TS Skatepark dibuatkan khusus diperuntukkan bagi para pecinta skateboard dan sepeda BMX di Kudus agar tidak beratraksi di jalan yang membahayakan keselamatan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Arena TS Skatepark dibuatkan khusus diperuntukkan bagi para pecinta skateboard dan sepeda BMX di Kudus agar tidak beratraksi di jalan yang membahayakan keselamatan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bukan hal yang mudah dan modal yang tidak sedikit dapat membuat arena pertunjukan BMX dan Skateboard. Lapangan yang khas, membuat pecinta olahraga tersebut harus merogoh kocek yang tidak sedikit.

Afandi Sudarnoto, pendiri TS Skatepark membeberkan alasan dinilai penting dibangunnya arena tersebut. Hal itu dilakukan berdasarkan kekhawatiran anaknya yang selalu bermain BMX di sepanjang jalan.

”Khususnya di GOR, anak saya dan para temannya selalu menggunakan jalan liar untuk menyalurkan hobi tersebut. Padahal di sana juga berbahaya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, kelompok tersebut juga memiliki arena bongkar pasang yang dapat dititipkan. Namun kerap kali hilang dan tidak diketahui pelakunya.

Dari situlah orang tuanya menawarkan untuk dibuatkan arena tersebut. Berlokasi di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, kelompok tersebut kini memiliki tempat untuk menyalurkan hobi mereka.

”Anggotanya kini sekitar 20 orang. Namun seperti organisasi lain yang anggotanya memiliki kesibukan masing-masing, jumlahnya yang rutin sekitar 15-an orang,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Lagi-lagi Genangan Air di Depan Pasar Bitingan Jadi Keluhan Pedagang Ketika Hujan

Kondisi jalan di depan Pasar Bitingan terdapat genangan air yang cukup banyak meski hujan sebentar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi jalan di depan Pasar Bitingan terdapat genangan air yang cukup banyak meski hujan sebentar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kondisi tergenang air yang nampak di depan Pasar Bitingan, menjadi rutinitas tiap musim hujan. Padahal, lokasi tersebut berada di perkotaan dan menjadi persoalan yang terjadi tahunan.

Seperti halnya Supri, satu dari sekian banyak pedagang di Pasar Bitingan. Dia mengeluhkan genangan yang tidak kunjung dibenahi. Padahal endapan air tersebut memenuhi semua jalan masuk ke pasar, baik dari arah timur maupun arah barat.

”Tiap tahun sudah demikian parahnya. Namun belum juga ada pembenahan yang dilakukan. Padahal keluhan juga sering dikatakan pedagang,” ungkap Supri.

Pedagang lain, Muhtadi juga melontarkan hal yang sama. Dia berharap pemerintah juga memikirkan infrastruktur di pasar tradisional tersebut, termasuk juga mengatasi genangan air yang selalu ada tiap musim hujan.

”Mudah-mudahan menjadi lebih bersih lagi. Sehingga pasar juga menjadi lebih nyaman, bukan hanya dari pedagang saja, melainkan juga dari pengujung pasar,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ramai, Kegiatan Atraksi BMX dan Skateboard Bakal Rutin

Salah satu peserta pesepeda BMX melewati satu medan berupa besi berdiameter kecil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu peserta pesepeda BMX melewati satu medan berupa besi berdiameter kecil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Animo pemain atraksi BMX dan skateboard yang banyak, memuat pihak penyelenggara tidak segan untuk membuat kegiatan yang sama secara rutin. Rancanaya, kegiatan tersebut bisa diselenggarakan secara tahunan.

Afandi Sudarnoto, pendiri TS Skatepark mengatakan, dalam kali pertama kegiatan saja, sudah mendapatkan peserta hingga 70an. Padahal even tersebut baru ditemui di eks Karesidenan Pati ini.

”Kalau biasanya, mereka para pemain biasa melakukan aksinya di Semarang. Itu lokasi terdekat dibuat nya lomba olahraga ekstrim ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia memprediksi permainan tersebut semakin dikenal dan banyak dimainkan oleh mayarakat umum. Namun pihaknya berharap aspek hati-hati dan keselamatan juga harus dijaga, sebab olahraga tersebut tergolong ekstrim.

”Mungkin nanti untuk tahun depan, dapat dibuat dengan skala yang lebih besar lagi. Jadi lebih banyak menampung para pemain lainnya,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Puluhan Pemain Skateboard dan Sepeda BMX Ini Unjuk Gigi di TS Skatepark Kudus

Para peserta sepeda BMX unjuk kebolehan dengan melewati medan yang menantang di TS Skatepark, Peganjaran, Kudus, Minggu (29/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para peserta sepeda BMX unjuk kebolehan dengan melewati medan yang menantang di TS Skatepark, Peganjaran, Kudus, Minggu (29/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Puluhan pemain skateboard dan sepeda BMX melakukan aksinya di lapangan TS Skatepark, Desa Peganjaran, Bae, Kudus. Puluhan pemain tersebut menunjukkan keahliannya bermain skateboard dan sepeda BMX untuk membuktikan yang terbaik.

Para pemain tersebut ternyata tidak hanya dari Kudus saja. Melainkan juga berasal dari luar Kudus atau eks Karesidenan Pati. Tak main-main, pecinta olahraga ekstrim tersebut juga berdatangan dari Blora.

Afandi Sudarnoto, pendiri TS Skatepark mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan kali pertama diselenggarakan di Kudus. Bahkan, diyakininya kegiatan itu juga kali pertama diselenggarakan di eks Karesidenan Pati.

”Baru kali ini kalau tingkat eks Karesidenan Pati. Sebab ini Masuk kategori ekstrim dan risiko tinggi. Kalau di kota besar seperti Semarang atau Jakarta sudah sering,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Dalam pertandingan tersebut, berlangsung sangat seru, meski beberapa kali para peserta terjatuh saat sedang berakrobat, namun mereka selalu bangkit lagi untuk mempertunjukkan aksinya kembali.

”Ya mereka sangat menikmatinya, makanya mereka selalu bangkit tiap kali terjatuh,” ungkapnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pramoedya Ananta Toer dan Soesilo Toer Ternyata Gali Inspirasi Lewat Sampah

Jpeg

Soesilo Toer, penulis dan juga adik kandung dari penulis kenamaan Pramoedya Ananta Toer. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Menulis adalah kegiatan intelektual yang memang dimiliki oleh tokoh dari Blora yakni Pramoedya Ananta Toer. Unik, berdasarkan penuturan Soesilo Toer adik kandung dari Pram, bahwa Pramoedya Ananta Toer memiliki kebiasaan unik untuk mencari inspirasi yaitu dengan membakar sampah.

”Pram menulis itu inspirasinya dengan membakar sampah,” tutur Soesilo Toer kepada MuriaNewsCom.

Banyak buku-buku yang ditulis Pram, semua inspirasinya berasal dari bakar sampah. Ketika diklarifikasi buku apa saja yang inspirasinya dari bakar sampah, Soesilo Toer mengungkapkan tidak tahu persis.

”Saya kurang faham, yang pasti saya tahu persis apa yang jadi inspirasi dari Pram ketika menelurkan karya adalah dengan bakar sampah,” kata adik kandung Pram.

Berbeda dengan adiknya, dalam mencari inspirasi guna menelurkan karya berupa tukisan. Adiknya, Soesilo Toer mencari inspirasi guna menelurkan karya dengan mengorek-ngorek sampah. Ini sesuai dengan profesinya sebagai pemulung. ”Tentunya dengan mengorek sampah, saya bisa mencari inspirasi untuk menulis,” tutur Soesilo.

Pasalnya, dari semua karyanya berasal dari inspirasi ketika ia mengorek sampah. Unik memang, ini hal yang tak lazim dilakukan oleh orang pada umumnya. Biasanya seorang mencari inspirasi dengan minum kopi, merokok bagi perokok, atau hal-hal lain yang sekiranya lazim. Tapi tidak untuk kedua orang ini, Pram dan Soes mereka berkutat dengan sampah untuk mencari inspirasinya.

”Untuk hal ini tak banyak orang yang tau memang, karena jarang sekali dikuasai oleh publik. Yang tau hanya Pram adalah penulis hebat dengan karya-karyanya yang bagus,” imbuh Soesilo Toer. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Koin Pintar Ajak Murid SD di Kudus Isi Waktu Luang dengan Membuat Robot

Robot 2 (e)

Dani dan rekannya merupakan murid kelas 5 SD Said Pasuruan Lor, Jati, Kudus yang menjadi peserta membuat robot. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Pembuatan robot yang dilakukan sejumlah murid kelas 5 Said Pasuruan Lor, terlihat keren. Robot rakitan tersebut mampu berjalan dengan cepat dan mampu menarik robot lainnya.

Satu dari sekian banyak murid yang mengikuti kegiatan, Dani mengungkapkan, dalam merakit robot membutuhkan kesabaran yang tinggi. Sebab detail komponen harus terpasang secara urut.

”Lumayan susah, soalnya komponen jumlahnya banyak. Sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Satu paket robot yang dibuat, diselesaikan dengan dua siswa. Siswa tersebut berbagi tugas dengan lainnya dalam menyelesaikan robot tersebut.

Satu jenis robot, diselesaikan kisaran dua jam. Selama waktu itu, pihak Koin Pintar melihat proses pembuatan para siswa sebelum diuji. (FAISOL HADI/TITIS W)