Sopir Truck Dump Tewas di Area Tambang Tanah di Rembang

Mayat

 

REMBANG – Kapolsek Sarang, AKP I Made Hartawan menyatakan, lokasi tambang tanah uruk di Desa Lodan Kulon yang menewaskan seorang sopir truk dump bernama Fauzi, sudah berizin alias legal. Tambang tersebut merupakan milik Pemerintah Desa Lodan Kulon yang dikelola oleh Gapoktan atas nama warga setempat, Siswanto.

”Lokasi tambang resmi berizin. Belum mengarah ke situ (tersangka). Kami masih mendalami keterangan pihak saksi yang berada di lokasi kejadian,” jelas Hartawan.

Saat ini polisi masih mendalami keterangan dari sejumlah saksi mata. Belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan dalam kasus tewasnya sopir truk tambang yang merupakan warga Rt 3 Rw 4 Desa Karas, Kecamatan Sedan itu.

Menurut informasi yang dihimpun peristiwa itu terjadi pada Senin (30/11/2015) sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Saat itu korban sedang menunggu tak jauh dari dump truk Nopol S 8725 VA yang diisi tanah uruk oleh operator backhoe.

Saat tengah asyik menunggu itulah, tiba-tiba saja tebing setinggi sekitar 30 meter yang bagian bawahnya dikeruk backhoe longsor. Beberapa bongkahan tanah berukuran besar tak pelak langsung menghujani dump truk, backhoe serta tubuh korban.

Korban langsung saja tersungkur dengan luka parah pada bagian kepala dan dagu. Sedangkan operator backhoe yang bernama Memed berhasil selamat. Selanjutnya, korban langsung mendapatkan pertolongan dari penjaga dan operator backhoe.

Mereka segera membawa korban menuju Puskesmas terdekat di Kecamatan Sedan. Namun di tengah perjalanan korban dinyatakan tewas. Dugaan sementara korban tewas karena luka di bagian kepada sehingga kehabisan darah. (AHMAD WAKID/TITIS W)