Rencana Kenaikan Tarif Listrik Rumah Tangga Dikeluhkan

Salah seorang warga Jepara menghidupkan saluran listriknya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang warga Jepara menghidupkan saluran listriknya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Seperti informasi yang dilansir PT PLN, tarif listrik dua golongan rumah tangga yakni 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 11%. Hal ini akibat dari kebijakan pemerintah yang memberlakukantariff adjustment terhadap dua golongan tersebut. Tarif ini sendiri akan mulai Selasa (1/12/2015) besok.

Kenaikan ini, mendapatkan sejumlah tanggapan bernada ‘keberatan’ dari warga yang masuk dalam golongan tersebut. Pasalnya, selain karena menambah biaya pengeluaran juga karena pelayanan yang kurang optimal dengan seringnya terjadi pemadaman listrik.

Salah seorang warga Kecamatan Nalumsari Jepara, Fauzi mengatakan, jika memang kebijakan menaikkan tarif listrik golongan rumah tangga tersebut diberlakukan,  pasti dikeluhkan bagi rumah tangga yang menggunakan listrik pada golongan tersebut.

“Seperti saya sendiri, pengguna listrik 1.300 VA mengeluhkan kabar rencana kenaikan tarif listrik itu,” kata Fauzi kepada MuriaNewsCom, Senin (30/11//2015).

Menurutnya, selain dirinya, sejumlah rumah tangga yang memiliki usaha kecil-kecilan juga menggunakan listrik dengan 1.300 VA. Sehingga, rencana kenaikan tarif listrik yang mencapai 11 persen itu memberatkan.

“Khawatir juga kalau tarif listrik naik, nanti diikuti dengan kenaikan harga barang tertentu. Apalagi dengar-dengar tarif untuk industri malah turun. Ini kan tidak adil. Padahal, pengguna 1.300 VA juga banyak dari kalangan menengah ke bawah. Selain itu, selama ini juga pelayanan listrik kurang optimal dengan adanya pemadaman listrik,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Sulthon, warga Kecamatan Welahan, Jepara. Menurutnya, rencana menaikkan tariff listrik golongan rumah tangga tersebut membuat keberatan, terutama yang di golongan 1.300 VA. Sebab, pengguna 1.300 VA tidak semuanya rumah tangga yang golongan menengah keatas.

“Semoga saja kenaikannya tidak pada golongan rumah tangga 450 dan 900 VA,” harapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)