Angin Kencang Hancurkan Permukiman di Grobogan, Begini Kepedulian TNI

Anggota Koramil Pulokulon bersama warga membantu korban bencana alam di Desa Karangsari, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Koramil Pulokulon bersama warga membantu korban bencana alam di Desa Karangsari, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Belasan anggota Koramil 16 Pulokulon, Senin (30/11/2015) menggelar bakti sosial membantu memperbaiki rumah warga Desa Karangsari yang roboh diterjang angin kencang malam sebelumnya. Acara bakti sosial ini dipimpin langsung Danramil Pulokulon Kapten Sugiono.

Pada Minggu malamnya, hembusan angin kencang melanda tiga dusun yang ada di desa tersebut. Yakni, Dusun Bogoraji, Wadak dan Jambon Dalam peristiwa ini, ada puluhan rumah yang rusak dan satu rumah roboh.

“Dalam kegiatan ini, kami kerahkan seluruh kekuatan koramil untuk membantu korban bencana. Ini merupakan tugas kami sebagai aparat kewilayahan untuk meringankan beban penderitaan para korban bencana. Di sisi lain, kegiatan bakti sosial ini merupakan tugas TNI dengan wujud nyata membantu masyarakat,” kata Sugiono.

Sementara itu, salah satu korban bencana angin puting beliung Purwadi merasa gembira dengan adanya bantuan dari anggota TNI tersebut. Dengan dukungan dari TNI dan pihak lainnya, beban yang diderita korban bencana menjadi sedikit ringan.

Di tempat terpisah, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono meminta warganya supaya bersikap waspada terhadap kemungkinan munculnya bencana alam. Baik berupa banjir, tanah longsor atau angin topan.

Bambang menyatakan, berdasarkan peta geografis, Kabupaten Grobogan memang cukup rentan bencana. Sebab, letaknya berada di daerah cekungan perbukitan (lembah). Yakni, perbukitan Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Di samping meminta warga untuk waspada, bupati meminta kepada pihak BPBD untuk lebih sigap dalam penanganan bencana. Upaya pemantauan kondisi lapangan perlu terus dilakukan setiap saat. Harapannya, jika terjadi bencana bisa meminimalisasi korban, baik jiwa maupun harta benda.

“Datangnya bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu, sikap waspada selalu kita lakukan agar bisa mempercepat upaya penanganan,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)