Inilah Alasan Pemkab Kudus Usulkan Elpiji Naik Hingga 50 Persen

Pedagang elpiji 3 kg sedang mengemas dagannya untuk diantarkan ke pembeli. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang elpiji 3 kg sedang mengemas dagannya untuk diantarkan ke pembeli. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pemkab Kudus dalam mengusulkan penambahan elpiji tiap tahun bukanlah tanpa alasan. Melainkan, pemkab Kudus mempunyai perhitungan sendiri dalam memberikan angka usulan elpiji selama setahun.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Dagsar Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, pertimbangan penambahan usulan disebabkan pengguna elpiji jenis 3 kilogram yang semakin bertambah. Selain itu juga, banyak pula yang menyalahi penggunaan elpiji jenis melon tersebut.

”Rata rata kebutuhan elpiji jenis 3 kg tiap bulan diangka 561.830 tabung. Berarti selama setahun menghabiskan 6.741.960 tabung. Padahal jumlah KK per 1 Oktober tercatat 273.988 KK. Jika 85 persen menggunakan elpiji 3 kilo, maka asumsi kami akan menghabiskan 12 kilo per bulan. Dan itu akan membutuhkan elpiji yang sangat banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, alasan lainnya adalah kalangan usaha mikro dan PKL kuliner serta makanan olahan. Totalnya sekitar 2.265 dengan rasio penggunaan mencapai 18 kilo setiap bulannya. Dengan dasar itulah diusulkan penambahan elpiji yang sangat banyak itu.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk setiap tahun juga pastinya semakin banyak. Selain itu, penggunaan elpiji tabung melon juga banyak digunakan untuk kalangan pengusaha serta para PKL di Kudus dengan jumlah yang selalu meningkat.

”Mudah-mudahan dapat mencukupi kebutuhan masyrakat Kudus selama setahun. Dengan usulan kenaikan yang mencapai 50 persen dari kebutuhan di 2015,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)