Video – Profesor Fosil dari Banjarejo Grobogan Ini Bikin Decak Kagum Warga

Budi Setyo Utomo saat mengangkat fosil gading gajah purba di Desa Banjarejo, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Budi Setyo Utomo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Banyaknya temuan benda purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, ternyata tidak bisa dipisahkan dengan sosok Budi Setyo Utomo.

Karena sebagian besar benda berharga yang sudah berwujud fosil itu ditemukan pria yang saat ini menjabat sebagai Kaur Kesra Dusun Kuwojo.

Dari cerita warga setempat, Budi memang dikenal mahir untuk mendeteksi keberadaan fosil yang terpendam dalam tanah. Bukti paling nyata adalah tiga penemuan fosil yang terjadi pada tiga bulan terakhir.

Pertama adalah penemuan fosil kepala kerbau raksasa pada bulan September. Kemudian, bulan ini, Budi berhasil mengendus keberadaan fosil gading gajah purba dan bagian tempurung kepala banteng purba. Beberapa waktu sebelumnya, beragam potongan fosil juga bisa ditemukan di lokasi yang berbeda tetapi masih di kawasan Desa Banjarejo.

“Kehebatan Pak Budi dalam masalah fosil sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, beberapa warga memberikan sebutan Profesor Fosil padanya,” ungkap beberapa warga Banjarejo.

Saat dikonfirmasi masalah ini, Budi bersikap merendah. Pria berusia 35 tahun itu mengaku tidak punya keahlian khusus dalam masalah penemuan fosil.

“Apa yang diceritakan orang itu saya kira terlalu berlebihan. Saya hanya kebetulan saja bisa menemukan fosil-fosil ini. Dalam menemukan fosil ini saya hanya belajar dari alam dan insting,” kata lulusan MTs itu.

Budi Setyo Utomo saat mengangkat fosil gading gajah purba di Desa Banjarejo, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Budi Setyo Utomo saat mengangkat fosil gading gajah purba di Desa Banjarejo, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Dari pengalaman yang dimiliki, Budi menyatakan jika potensi fosil yang ada di desanya masih cukup banyak. Hampir semua dusun menyimpan kekayaan fosil. Hanya, kedalaman fosil yang terpendam dalam tanah itu berbeda-beda.

Meski demikian, untuk bisa mengeluarkan fosil itu bukan pekerjaan mudah. Sebab, butuh dana untuk penggalian serta peralatan yang lebih memadai. Harapannya, pihak terkait nantinya bisa mengambil alih upaya penggalian dan dia siap membantu untuk memperlihatkan kekayaan purbakala yang tersimpan di bumi Banjarejo.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik mengakui jika jasa perangkatnya dalam penemuan fosil purbakala itu sangat besar. Dia berharap, agar dalam waktu mendatang bisa ditemukan lagi benda purbakala untuk menambah koleksi yang saat ini masih tersimpan di rumahnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)