Begini Jadinya Kalau Rumah Kades Banjarejo Grobogan Dipenuhi Fosil

Siswa SD Sengonwetan, Kecamatan Kradenan tengah melihat koleksi benda kuno di rumah Kades Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa SD Sengonwetan, Kecamatan Kradenan tengah melihat koleksi benda kuno di rumah Kades Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Banyaknya penemuan benda peninggalan masa lalu yang berhasil dikumpulkan di rumah Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, Ahmad Taufik ternyata membawa dampak positif.

Sejak satu bulan lalu, rumah yang sekarang kondisinya mirip museum itu tidak pernah sepi pengunjung.

Selain warga biasa, pengunjung yang melihat koleksi benda kuno dan purbakala juga datang dari siswa sekolah. Mulai TK hingga perguruan tinggi sudah pernah datang ke ‘museum’ dadakan itu. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Grobogan saja tetapi juga dari luar kota dan bahkan ada dari luar Jawa.

Bahkan, boleh dibilang jumlah pengunjungnya bisa mengalahkan orang yang melihat koleksi benda kuno di Museum milik Pemkab Grobogan. Soalnya, museum Pemkab yang berada satu komplek sdengan Kantor Dinas Pendidikan di Jalan Pemuda Purwodadi itu jarang didatangi orang lantaran hanya dibuka pada hari-hari tertentu saja.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik mengakui jika rumahnya tidak pernah sepi pengunjung dari pagi hingga malam. Terlebih pada hari libur atau Minggu, pengunjungnya bisa mencapai 500 orang lebih.

“Beberapa hari lalu saya sempat bikinkan buku tamu agar diisi para pengunjung yang datang. Sampai saat ini, daftar nama pengunjung sudah lebih 500 orang. Kalau semuanya mengisi buku tamu mungkin jumlahnya lebih banyak lagi,” katanya.

Menurutnya, beberapa siswa sekolah dan mahasiswa dari luar kota beberapa waktu lalu juga sempat datang. Selain melihat-lihat, kedatangan mereka juga bertujuan untuk membuat karya tulis tentang benda kuno dan purbakala yang ada di Desa Banjarejo.

Salah satu benda penemuan yang jadi daya tarik adalah fosil kepala kerbau raksasa yang ditemukan sekitar dua bulan lalu. Hampir semua pengunjung menyempatkan foto di depan fosil purba yang diperkirakan berusia 5.000 hingga 7.000 tahun itu. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)