Warga Banjarejo Kembali Dihebohkan dengan Penemuan Fosil Potongan Gigi Purba

Kades Banjarejo Ahmad Taufik sedang mengamati fosil potongan gigi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Banjarejo Ahmad Taufik sedang mengamati fosil potongan gigi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Penemuan benda purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus tidak berhenti pada gading gajah purba saja. Ternyata, masih ada lagi satu penemuan yang hampir bersamaan dengan ditemukanya gading gajah purba, Rabu (18/11/2015) kemarin.

Kali ini, penemuannya berupa fosil berbentuk potongan gigi.Fosil ini panjangnya sekitar 20 cm. Lebar bagian pangkal 10 cm dan paling ujung sekitar 8 cm. Di bagian pangkal terdapat dua deretan gigi-gigi kecil.

Warga setempat belum bisa memastikan fosil gigi tersebut milik binatang jenis apa. Ada yang menyatakan, benda itu merupakan potongan gigi bagian kiri dari gajah purba.

Namun, ada pula yang bilang kalau benda itu merupakan belahan mulut bagian bawah buaya atau ular besar. Kebetulan, dua jenis binatang ini erat kaitannya dengan cerita legenda dari Kerajaan Medang Kamulan.

Dimana, saat dikalahkan Prabu Aji Saka, Raja Medang Kamulan Prabu Dewata Cengkar sempat berubah jadi buaya ketika diceburkan ke laut selatan. Sementara, dalam cerita legenda, disebutkan ada ular besar bernama Jaka Linglung yang konon mengaku sebagai keturunan Aji Saka.

“Karena sama-sama bukan ahlinya, maka setiap orang bisa menyimpulkan macam-macam dengan benda ini. Tetapi, saya lebih condong kalau potongan gigi ini milik gajah purba,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, benda itu bentuk aslinya kemungkinan masih cukup panjang. Soalnya, bagian tengah hingga ujungnya sudah tidak ada. Kemungkinan, bagian ini sudah lapuk dan jadi tanah.

Benda yang masih jadi teka-teki itu ditemukan di lokasi berbeda dengan penemuan gading gajah purba. Tempatnya masih masuk wilayah Dusun Peting, sekitar 500 meter sebelah utara penemuan gading purba. Penemuan potongan gigi itu berada di pinggiran sawah.

“Hari Rabu (25/11/2015) mendatang, tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran akan datang ke Banjarejo untuk melakukan sosialisasi masalah penemuan benda purbakala pada masyarakat. Nanti, akan kita tanyakan pada mereka untuk memastikan benda ini milik hewan apa,” cetusnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)