Fosil Gading Gajah Purba yang Ditemukan di Banjarejo Patah Jadi 13 Bagian

13 potongan fosil serupa gading gajah purba itu dikumpulkan dan diberi label nomor urut 1-13. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

13 potongan fosil serupa gading gajah purba itu dikumpulkan dan diberi label nomor urut 1-13. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski berhasil diangkat dari dalam tanah, namun fosil gading gajah purba itu tidak bisa utuh. Tetapi mengalami patah hingga jadi 13 potong atau bagian.

Karena patah jadi 13 bagian, proses pengangkatan fosil gading itu dilakukan dengan sangat hati-hati oleh Budi Setyo Utomo. Bagian pertama yang diangkat adalah di posisi pangkal.

Kemudian, potongan pertama ini diletakkan di atas lembaran karung bekas di samping tempat penemuan. Setelah diletakkan, potongan itu diberi label nomor 1 untuk memudahkan dalam merangkai lagi agar bentuknya bisa utuh.

Proses seperti ini dilakukan hingga potongan fosil paling ujung atau nomor 13. Butuh waktu sekitar satu jam lamanya untuk mengangkat fosil dari dalam tanah. Yakni, dari mulai sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

”Patahnya fosil ini bukan karena terkena peralatan saat melakukan penggalian. Tetapi, kemungkinan karena lokasinya cukup dangkal sehingga barangnya mudah lapuk,” kata Budi Setyo Utomo.

Setelah selesai, bentuk gading gajah itu terlihat cukup panjang. Dari pengukuran yang dilakukan, panjang gading itu mencapai 2,17 meter. Lebar pangkal gading sekitar 15 cm dan dibagian ujungnya 7 cm.

”Fosil gading ini luar biasa panjang. Saya tidak bisa membayangkan bentuk gajahnya ketika masih hidup segede apa,” kata Camat Gabus Anwar Udin Hamid yang ikut memantau dilokasi pengangkatan fosil. (DANI AGUS/TITIS W)