Long March Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Berhenti di Undaan Lor Dini Hari

Zainul, tokoh masyarakat Desa Undaan Lor dan pengurus tempat religi Mbah Gareng atau Syech Abdullah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Zainul, tokoh masyarakat Desa Undaan Lor dan pengurus tempat religi Mbah Gareng atau Syech Abdullah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Long March yang digelar 200 anggota organisasi Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) yang melewati wilayah Undaan Lor, Kecamatan Undaan disambut oleh warga setempat. Warga pun menanti kehadirannya sejak pukul 22.00 WIB.

Penolakan terhadap penambangan serta pembangunan pabrik semen di Kecamatan Kayen dan Sukolilo, Pati ini nantinya berujung di pengadilan tata usaha negara (PTUN) Semarang.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Undaan Lor sekaligus pengurus tempat religi Mbah Gareng atau Syech Abdullah, Zainul mengatakan, para pengurus makam Mbah Gareng, tokoh masyarakat Undaan Lor, dan Polsek Undaan siap menerima kehadiran JMPPK.

Selain itu, lanjut Zainul, mengapa wilayah Undaan Lor, khususnya di persemayaman Mbah Gareng ini sebagai tempat kunjungan JMPPK sebelum ke PTUN Semarang. Karena wilayah Undaan ini juga bakal terkena efek dari pertambangan serta pembangunan pabrik semen di pegunung Kendeng Pati jika benar terealisasi.

”JMPPK mendatangi tempat Mbah Gareng atau Syech Abdullah lantaran mereka ingin berdoa bersama, ikhtiar batin sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang di PTUN. Selain itu, juga ada kaitannya dengan efek pembuatan pabrik semen. Yakni bila pabrik semen dan penambangan tetap dilakukan, maka lahan resapan air di Sukolilo dan Kayen Pati berimbas pada wilayah Undaan. Sebab di wilayah Undaan termasuk wilayah pertanian,” ujarnya.

Organisasi JMPPK tersebut hadir di wilayah Undaan Lor yang bertempat di Persemayaman Mbah Gareng atau Syech Abdullah ini pada Senin, 16/11/2015) pukul 00.00 WIB. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)