Untuk Menyambung Hidup, Dua Lansia Kurang Mampu Ini Harus Rela Bergelut dengan Plastik Bekas

Dua lansia di Desa Undaan sedang melakukan pengelupasan plastik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dua lansia di Desa Undaan sedang melakukan pengelupasan plastik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dua lansia kurang mampu di Desa Undaan Tengan, Kecamatan Undaan, harus rela bergelut dengan plastik bekas setiap harinya.

Adalah Suyati dan Warni (65). Lansia yang tingggal di Gang 9 RT 2 RW 5 Undaan Tengah ini, setiap harinya melakukan pengelupasan plastik bekas, yang nantinya bakal di daur ulang.

“Kerjaan ini memang kami jadikan untuk membantu bantu suami guna memenuhikebutuhan hidup. Sebab, suami saya sebagai buruh bangunan, honornya tidak seberapa. Sehingga kami melakukan kerjaan pengelupasan plastik bekas ini,” kata Suyati.

Dari kerjaannya ini, katanya, dirinya diberi upah sebesar Rp 1.500 untuk per kilogramnya dari penampung. “Pengelupasan plastik bekas ini satu kilogramnya di beri upah Rp 1.500. Dalam satu pekan, hanya mendapat Rp 30 ribu. Plastik-plastik bekas tersebut, kami setorkan ke juragan setiap satu pekan sekali,” pungkasnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)