Polemik Pengadaan Batik Bakaran Mulai Ada Titik Terang

Sejumlah perajin tengah membuat motif pada selembar kain batik tulis khas Desa Bakaran. (MuriaNewsCom/Lismanto

Sejumlah perajin tengah membuat motif pada selembar kain batik tulis khas Desa Bakaran. (MuriaNewsCom/Lismanto

 

PATI – Kendati proyek pengadaan batik Bakaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kepada perajin Batik Bakaran sempat tersendat, tapi saat ini sudah mulai ada titik terang. Setidaknya 500 lembar kain batik yang dulunya sempat tersendat dan belum diambil pihak pemenang tender, saat ini sudah diselesaikan.

Bahkan, penyelesaian pembayaran 1.400 lembar kain batik juga ada kejelasan. “Saat ini, ada sekitar 4.000 lembar batik lagi yang akan kami buat untuk memenuhi pesanan batik dari Dinas Pendidikan. Rencananya, kami akan selesaikan hingga Desember 2015 mendatang,” ujar Bukhori, perajin batik Bakaran kepada MuriaNewsCom, Senin (2/11/2015).

Ia mengatakan, pengadaan batik Bakaran saat ini ditangani sekitar sepuluh perajin yang tergabung dalam Asosiasi Batik Bakaran Canting Mas. Mereka tersebar di Desa Bakaran Wetan dan Kulon.

Dalam realisasinya, batik yang dipesan dari pemkab bermotif “Mina Tani” yang menggambarkan kondisi geografis, potensi dan budaya di Kabupaten Pati. Yakni, sebagai petani dan nelayan. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)