Waspada, Tindak Kriminalitas di Wilayah Pecangaan Meningkat

Kriminalitas (e)

Aparat Polsek Pecangaan ketika mengamankan tersangka pencurian beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Sejak beberapa bulan terakhir ini, angka kriminalitas di wilayah Kecamatan Pecangaan, Jepara cenderung meningkat. Hal itu berdasarkan data yang dimiliki oleh pihak kepolisian Polsek Pecangaan.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri mengatakan, memang angka kriminalitas di wilayah hukumnya tersebut cenderung meningkat sejak beberapa bulan terakhir. Dia mencontohkan, selama satu bulan di bulan Oktober ini saja pihaknya telah menangani tiga kasus pencurian.

”Dibanding dengan tahun lalu pada periode yang sama, tahun ini lebih banyak kasus tindakan kriminal,” ujar AKP Bajuri kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dari sekian banyak kasus pencurian mayoritas dilatar belakangi lantaran desakan kebutuhan ekonomi. Selain itu, sebagian diantaranya juga dilatar belakangi untuk kesenangan belaka.

”Artinya, ada yang melakukan pencurian karena butuh uang untuk bersenang-senang, bukan untuk kebutuhan yang primer,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ini Besaran Anggaran untuk Penerangan Jalan di Jepara

Petugas sedang melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas sedang melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang ada di jalanJepara-Kudus, Kecamatan Tahunan, hingga Kecamatan Kota dilakukanpembenahan. Selain pembenahan juga dilakukan penggantian lampuyang dinilai kualitasnya lebih baik. Anggaran untuk proyek ini sebesarRp 9 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM(DBMP-ESDM) Kabupaten Jepara, Budiarto. Menurut dia, ratusan lampuPJU di sepanjang Jalan Ngabul, Tahunan hinggaKota  diganti.

“PJU di sepanjang jalan ini, perlu jadi prioritas. Pasalnya, kondisiPJU yang lama sudah memprihatinkan. Bahkan beberapa tiang, lampunyakerap kali jatuh, karena menggunakan lampu biasa,” ujar Budiartokepada MuriaNewsCom, Jumat (30/10/2015).

Lebih lanjut dia menjelaskan, anggaran sebesar Rp 9miliar itu, dari dua sumber. Yakni APBD provinsisebanyak Rp 8,75miliar dan APBD kabupaten sebesar Rp 1 miliar. Diharapkan denganproyek pembaruan PJU ini, kondisi penerangan lebih maksimal, khususnyasaat malam. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Berani Macam-macam dengan Burung Hantu? Ini Sanksi yang Sudah Menunggu Anda

Najib, Sekretaris Desa Undaan Lor bersama petani. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Najib, Sekretaris Desa Undaan Lor bersama petani. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Keberadaan burung hantu di wilayah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, sangat diperhatikan oleh penduduk setempat. Karena, keberadaan burung hantu dinilai dapat menjadi pengusir hama tikus di areal persawahan milik warga.

Bahkan, untuk melindungi populasi burung hantu tersebut, pemerintah desa setempat telah menyiapkan sanksi bagi warga yang berani mengusik keberadaan burung hantu. Hal  ini, agar populasi burung hantu tidak semakin berkurang.

”Kalau ada warga yang berani memburu burung hantu di tempat kami, tentunya ada sanksinya. Mereka akan didenda Rp 5 juta, jika nekat untuk berburu burung hantu. Karena, burung hantu di tempat kami memang dilindungi,” ujar Sekretaris Desa Undaan Lor Najib.

Apalagi, menurutnya pada musim tanam pertama seperti sekarang ini, hama tikus sudah mengancam pertanian warga. Biasanya, tikus akan menyerang tanaman padi yang tumbuh di persawahan. “Jika sudah begini, tentunya banyak langkah yang kami lakukan, salah satunya dengan mengandalkan burung hantu untuk membasmi tikus,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya burung hantu, petani cukup tertolong. Karena, hama tikus bisa berkurang, meskipun tidak seluruhnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Lampu Penerangan Jalan Jalur Jepara-Kudus Dibenahi

Petugas membenahi dan mengganti lampu PJU di jalan Jepara -Kudus di Kecamatan Tahunan, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas membenahi dan mengganti lampu PJU di jalan Jepara -Kudus
di Kecamatan Tahunan, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Setelah sekian lama sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jepara gelap akibat minim penerangan jalan. Kini hal itu berangsur dilengkapi oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM (DBMP-ESDM) Kabupaten Jepara. Salah satu jalan yang telah dibenahi penerangannya adalah di jalur utama Jepara – Kudus, di wilayah Kecamatan Tahunan.

Kepala DBMP-ESDM Jepara Budiarto mengatakan, pihaknya memang telah mulai melakukan perbaikan terhadap peneranagn jalan di jalur tersebut. Pengerjaannya sudah dimulai di awal bulan Oktober. Targetnya, diharapkan dapat selesai pada Desember mendatang.

“Memang untuk penerangan jalan umum (PJU) ini menjadi skala prioritas kami di tahun ini.Sebab, sudah lama kondisinya memang memprihatinkan,” ujar Budiarto kepada MuriaNewsCom, Jumat (30/10/2015).

Pihaknya juga mengaku banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi PJU tersebut. Selain itu, ketika pihaknya memantau ke lapangan, kondisinya memang demikian. Yang jelas,  banyak sekali PJU yang sudah tidak layak.

“Sehingga harus diremajakan. Tidak hanya lampunya saja, tapi juga tiangnya,” katanya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Hujan Deras Pertama di Purwodadi, Warga Geger

Warga menikmati hujan yang turun di Purwodadi, Grobogan, Jumat (30/10). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga menikmati hujan yang turun di Purwodadi, Grobogan, Jumat (30/10). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kemarau berkepanjangan tampaknya bakal berakhir. Indikasinya, turunnya hujan deras diselingi suara halilintar di wilayah Kota Purwodadi, Jumat (30/10) petang tadi.

Turunnya hujan deras tadi memang tidak berlangsung lama. Sekitar 25 menit. Namun, saat azan Magrib berkumandang hingga menjelang masuk waktu Isya, hujan turun rintik-rintik.

Turunnya hujan deras meski tidak berlangsung lama itu disyukuri banyak warga. Sebab, guyuran air hujan ini menjadikan suhu udara tidak sepanas siang hari. Selain itu, turunnya hujan juga mengurangi debu yang sering berterbangan saat angin berhembus.

“Meski tidak deras tetapi hujan ini patut disyukuri. Suhu udara tidak begitu terasa panas setelah hujan turun,” ungkap Eko, penjual nasi di pinggir jalan A Yani Purwodadi.

Hujan deras juga sempat membuat geger warga. Terutama, sejumlah pengendara motor maupun sepeda yang melintasi kawasan kota. Sebab, kebanyakan mereka tidak membawa jas hujan lantaran sudah lama tidak pernah turun hujan. Sebagian di antaranya ada yang nekat menerobos hujan dan banyak pula yang memilih berteduh di emperan toko atau warung makan.

“Sudah lama, jas hujannya saya taruh di rumah. Kalau pas musim hujan biasanya ada di bagasi motor,” ungkap Fitri, salah seorang pengendara motor yang berteduh di emperan toko di Jl R Suprapto.

Di sisi lain, guyuruan hujan ini juga sempat menyebabkan genangan air di beberapa ruas jalan kota purwodadi. Selain itu, hujan deras juga juga menyebabkan jalan perkampungan tergenang air hingga mata kaki. Di antaranya, di Gang Pinggir, Jengglong Barat.

“Kalau hujan deras biasanya jalan ini banjir dadakan. Soalnya, selokannya sempit sehingga tidak bisa menampung debit air yang terlalu banyak. Nanti, kalau hujannya reda, air ini akan segera hilang masuk selokan,” cetus Deni, warga setempat. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Raperda Adminduk Diminta Diusulkan Masuk dalam Prolegda Kabupaten Grobogan

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo (kanan) menyampaikan laporan kinerja pada anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo (kanan) menyampaikan laporan kinerja pada anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – DPRD Provinsi Jawa Tengah pada tahun ini mengusulkan pada pihak Prolegda Kabupaten Grobogan agar memasukkan usulan untuk membahas Raperda tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk) pada tahun anggaran 2016 mendatang.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Joyo Supeno saat melangsungkan kunjungan kerja di Kantor Dispendukcapil Grobogan siang tadi.

Selain Bambang, ikut pula dalam kunjungan tersebut Ketua Komisi A Masruhan Samsurie dan anggota lainnya Jasiman. Terlihat pula Kasi Informasi Disnakertransduk Jateng Nurkholis. Kedatangan wakil rakyat dan rombongan diterima langsung Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo didampingi para kabid.

Menurut Bambang, dengan adanya peratuan masalah adminduk, diharapkan bisa jadi acuan daerah dalam membuat peraturan. Sebab, selama ini, aturan masalah adminduk di tiap daerah berbeda-beda. Misalnya, soal besaran denda keterlambatan membuat akte kelahiran.

”Dari kunjungan yang kita lakukan di banyak kabupaten/kota memang tidak ada keseragaman dalam Perda atau Perbup mengenai adminduk. Hal inilah yang jadi salah satu alasan kami untuk mengusulkan pembahasan Raperda Adminduk,” kata wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional itu.

Ia mengungkapkan, selama memantau di sejumlah daerah, sedikitnya ada 15 poin yang jadi catatan dalam masalah adminduk, terutama dalam pembuatan E-KTP. Yakni, masalah peratuan, visi misi, program kerja, data kependudukan, ketersediaan blangko, SDM, sarana dan prasarana, budaya masyarakat, dan strategi pencapaian target. Kemudian, soal jaringan, standar pelayanan, kerjasama, kualitas, kuantitas, dan dokumentasi.

Dari 15 item tersebut, ada bebeapa hal yang masih jadi kendala utama. Yakni, sarana dan prasarana yang masih kurang lengkap, standar pelayanan belum memuaskan, KTP yang belum teraktivasi serta jaringan dari provider yang belum bisa stabil.

Selanjutnya, soal dokumentasi arsip kependudukan juga dinilai masih belum rapi. Hal ini salah satunya disebabkan ruang penyimpanan arsip yang tidak memadai. Sebagai solusi, pihaknya mengusulkan agar arsip itu di entri data lagi dalam keping CD sehingga lebih praktis.

“Semua permasalahan yang ditemukan dalam Adminduk sudah kita inventarisasi. Nanti, akan kita bicarakan bersama dalam pembahasan raperda,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ini Sejarah Gebyok Kudus yang Wajib Kamu Ketahui

salah satu pengrajin gebyok Kudus sedang menyelesaikan pekerjaannya di Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

salah satu pengrajin gebyok Kudus sedang menyelesaikan pekerjaannya di Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Seni ukiran Gebyok tak hanya dimiliki oleh Jepara. Bahkan banyak beredar kabar bahwa Kuduslah yang lebih dahulu dikenal sebagai kota Gebyok.

Cerita tersebut bermula dari tokoh islam asli Kaliwungu Mbah Rogo Moyo. Yang mana beberapa waktu lalu, makamnya melakukan Buka Luwur.

Fitrianto, Sekretaris Kecamatan Kaliwungu Kudus mengatakan mbah Rogo Moyo tersebut diyakini sebagai pecipta rumah adat Kudus.

“Rumah adat Kudus terbuat dari gebyok dengan banyak ukiran, ” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Dirinya juga menambahkan, dulunya tokoh terkenal tersebut juga ahli dalam pekerjaan pertukangan kayu. Sehingga dapat diyakini bahwa beliau jugalah yang merintis gebyok di Kudus.

Meski saat ini, sentra industri gebyok Kudus justru malah banyak ditemukan di daerah pusat kota Kudus.

“Namanya juga sejarah masa lalu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Yang terpenting adalah tetap menjaga sejarah tersebut sebagai warisan,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Budaya Rogo Moyo Kaliwungu Kudus jadi Alat Promosi Desa

Kirab budaya Rogo Moyo Kudus dimainkan di Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Kirab budaya Rogo Moyo Kudus dimainkan di Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Merintis desa wisata menjadi salah satu kegiatan memajukan suatu wilayah. Selain itu juga sebagai ajang perkenalan wilayah dengan kekhasannya. Salah satu wilayah Kudus yang menjadi desa rintisan wisata ada di Kaliwungu.

Sebagai salah satu wilayah terkenal di Kudus dengan pagar dan gapura serba ungu juga memiliki hal menarik. ” Yang menarik lainnya adalah wilayah kami terkenal dengan kirab Rogo Moyo sebagai budaya Kudus asli Kaliwungu yang cukup tersohor,” ujar Fitrianto, Sekretaris Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Menurutnya setiap even yang diikuti oleh Kaliwungu, kirab Rogo Moyo selalu dipentaskan. Sebab menurutnya, cikal bakal Kudus dan Kaliwungu ada di sejarah Rogo Moyo. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Regulasi Sekolah, Buat Bidang Dikmen Tidak Jelas

Agus Nuratman, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Agus Nuratman, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bergabungnya pendidikan tingkat menengah di Kudus ke provinsi, bakal berpengaruh terhadap satu bidang dalam dinas terkait. Untuk itu, besar kemungkinan bidang pendidikan menengah bakal dihapuskan dari tingkat dinas.

Kabid Dikmen Disdikpora Kudus Agus Nuratman mengatakan, besar kemungkinan penghapusan bidang tersebut bakal dilakukan. Sebab, tidak ada lagi kegunaan dari bidang pendidikan menengah (Dikmen) dalam Disdikpora Kudus.

”Justru masalah itu di kami, petugas dari dinas di Dikmen. Kalau guru dan tenaga sekolah jelas ikut provinsi, namun belum ada aturan soal dinasnya. Nantinya yang menangani semua dari provinsi, makanya pasti bidang yang menangani juga langsung dari provinsi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, meski tidak ada bidang dalam satuan dinas terkait, namun dipastikan masih terdapat hal yang menanganinya. Hal itu diyakini lantaran nanti akan ada kordinator yang mengatur jenjang pendidikan SMA dan SMP tersebut.

”Sekarang masih pendataan, yang membutuhkan waktu lama itu soal sarana dan prasarananya,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ini yang Dilakukan Polres Grobogan Jelang Musim Penghujan

Anggota Sat Sabhara Polres Grobogan melakukan pengecekan peralatan SAR (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Sat Sabhara Polres Grobogan melakukan pengecekan peralatan SAR (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski hingga kini belum kunjung turun hujan, namun pihak Polres Grobogan sudah melakukan antisipasi lebih dini terhadap kemungkinan munculnya bencana pada musim penghujan nanti. Salah satunya adalah mengecek alat kelengkapan Search and Rescue (SAR) yang ada di garasi.

Ada beberapa alat penyelamatan yang di cek petugas. Antara lain snapling, tali jiwa, tambang, perahu karet, kano, gergaji mesin dan peralatan pendukung lainnya.

”Selain pengecekan, kegiatan ini juga kita lakukan untuk pernawatan alat – alat SAR. Jadi bila sewaktu – waktu dibutuhkan, peralatan ini siap digunakan,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir didampingi Kaur Bin Ops Sat Sabhara Iptu Kusmanto.

Dijelaskan, kegiatan pengecekan itu dilaksanakan dalam rangka kesiapan musim menghadapi musim penghujan. Sebab, selama musim penghujan wilayah Kabupaten Grobogan dinilai rawan dengan bencana alam. Seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.

Selain peralatan, Sat Sabhara juga sudah mempersiapkan anggota yang tergabung dalam Tim SAR. Setiap hari Sabtu anggota ini rutin melakukan latihan SAR. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Orangtua dan Guru Diminta Awasi Siswa Agar Tak Gunakan Motor

Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Orangtua dan guru di Pati diminta untuk mengawasi agar masing-masing anak atau siswa, untuk tidak bersekolah menggunakan sepeda motor. Pasalnya, hal itu dinilai membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

“Orangtua punya peran signifikan untuk mengawasi anak agar tidak menggunakan sepeda motor saat bersekolah. Sama halnya guru, punya peran dan tanggung jawab mendidik siswa dengan baik, termasuk penggunaan sepeda motor yang belum saatnya dilakukan siswa SMP,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman kepada MuriaNewsCom, Jumat (30/10/2015).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan ekstra terhadap adanya sejumlah pelajar SMP yang bersekolah menggunakan kendaraan sepeda motor. Ia mengaku, pengawasan itu kurang lengkap tanpa adanya peran orangtua dan guru.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah mencoba melakukan sosialisasi di sejumlah sekolah di Kecamatan Gabus dan Jakenan. Sebaiknya, mereka diantar orangtua, menggunakan sepeda atau angkot agar tidak melanggar aturan. Kami harap, kerja sama orangtua dan guru untuk masalah ini,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Innalillahi, Istri Ulama Kudus Basyir Meninggal Dunia

Karangan bunga bernada ucapan bela sungkawa tampak berada di Kauman, Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Karangan bunga bernada ucapan bela sungkawa tampak berada di Kauman, Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rajiun. Kabar duka menyelimuti Kudus. Seorang ulama asal Kudus, Hj Sholichah Basyir tutup usia, Jumat (30/10/2015).

Almarhumah meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami sakit. Almarhumah juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Shodiqun, warga Desa Kauman RT 1 RW 10, Jekulo Kudus mengatakan, kabar meninggalnya istri Almarhum ulama Ahmad Basyir itu sudah tersebar. Terutama di kalangan santri di Pondok Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus.

“Tadi sudah mendengar kabar tersebut. Beliau masih perjalanan dari Rumah Sakit Kariadi Semarang,” katanya.

Sementara, Rian Rusli, salah satu santri Pondok Pesantren Darul Falah mengatakan, almarhumah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Hai Produsen Garam Nakal Pati, Keberadaanmu Terancam

Zaenudin, salah satu anggota GAKY Pati menunjukkan Perda Nomor 9 Tahun 2008 tentang Garam Konsumsi Beryodium. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Zaenudin, salah satu anggota GAKY Pati menunjukkan Perda Nomor 9 Tahun 2008 tentang Garam Konsumsi Beryodium. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Garam berkualitas dengan kandungan yodium minimal 30 ppm hingga 80 ppm berpengaruh pada perkembangan anak. Sebaliknya, garam dengan kadar di bawah 30 ppm berdampak buruk pada konsumennya.

Karena itu, Tim Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Pati saat ini memperketat pengawasan terhadap produsen nakal yang mendistribusikan garam yodium di bawah 30 ppm.

Selain membahayakan bagi konsumen, mereka bertentangan dengan Perda Nomor 9 Tahun 2008 tentang Garam Konsumsi Beryodium, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perindustrian RI.

“Saat ini, kami sudah melaporkan sepuluh produsen garam nakal kepada pihak kepolisian. Ke depan, kami akan memperketat pengawasan. Pati itu produsen garam terbesar di Jawa Tengah. Jangan sampai produsen nakal merusak citra produsen garam lain yang patuh dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah,” ujar Ketua GAKY Pati Sutrisno kepada MuriaNewsCom, Jumat (30/10/2015).

Ia menambahkan, pemerintah sudah menetapkan garam yang sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI) berkadar minimal 30 ppm. Karena itu, pihaknya berharap agar semua produsen garam di Pati patuh pada aturan pemerintah. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Regulasi Sekolah, Ratusan PNS Pendidikan dan Aset Bakal Langsung Dikelola Provinsi

Agus Nuratman, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Agus Nuratman, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ratusan tenaga pengajar dan aset di Kudus, nantinya juga bakal mengikuti aturan dari provinsi. Sehingga semuanya nanti akan langsung mengacu pada aturan provinsi.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Agus Nuratman mengatakan, meski masih menunggu regulasi lantaran wewenang provinsi yang mengaturnya, namun dengan ikutnya sekolah ke provinsi maka semua aturan juga mengikuti pusat.

”PNS masih tetap, mengenai status kepegawaian ikut provinsi, termasuk juga gurunya, tenaga kerjanya, serta aset-asetnya dan dokumen-dokumen juga ikut provinsi,” katanya.

Menurutnya, jumlah guru PNS yang ada di Kudus juga sangat banyak. Tercatat untuk tingkat SMA 388 guru, SMK 163, admin 89, dan guru bantu di swasta sejumlah 90 tenaga. Nantinya semuanya akan masuk ke pegawai provinsi.

Tidak hanya itu, mengenai aset sekolah dan bangunan nantinya juga bakal langsung dikelola dari provinsi. Sebab 2016 dilakukan pendataan tentang aset tersebut. (FAISOL HADI/TITIS W)

Perhatikan! Pelajar SMP di Pati Dilarang Gunakan Sepeda Motor Saat Bersekolah

Seorang pelajar SMP tengah mengendarai sepeda motor modifikasi tanpa helm di Jalan RA Kartini Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pelajar SMP tengah mengendarai sepeda motor modifikasi tanpa helm di Jalan RA Kartini Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman mengimbau kepada seluruh pelajar di Pati yang masih berusia di bawah 17 tahun tidak menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi menuju sekolah. Imbauan tersebut dilakukan, setelah pihaknya melihat sejumlah pelajar SMP menggunakan sepeda motor saat bersekolah.

“Pelajar SMP itu masih anak-anak di bawah usia 17 tahun. Aturannya, anak di bawah 17 tahun tidak boleh berkendara sepeda motor di jalan raya. Mereka belum bisa menguasai sepeda motor dan pikiran mereka masih labil,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Jumat (30/10/2015).

Karena itu, jika hal itu terus dibiarkan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain sehingga berpotensi menambah angka kecelakaan. “Kami minta anak-anak di bawah 17 tahun tidak menggunakan sepeda motor di jalan raya saat bersekolah,” imbaunya.

Dari pantauan MuriaNewsCom di sekitar Jalan RA Kartini Pati, sejumlah siswa SMP Negeri 8 Pati dan SMP Muhammadiyah Pati masih banyak yang menggunakan sepeda motor saat bersekolah. Mereka biasanya menitipkan sepeda motor di luar sekolah, sebelum masuk sekolah. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Peringati Hari Guru, Bupati Jepara Minta Semua Elemen Bersinergi

Lomba voli yang diikuti para guru anggota PGRI dalam rangka menyambut hari Guru Nasional di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Lomba voli yang diikuti para guru anggota PGRI dalam rangka menyambut hari Guru Nasional di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi ketika membuka acara dalam rangka menyambut peringatan hari Guru Nasional ke-70, meminta kepada para guru dan pihak terkait untuk bersinergi. Sebab, menurut dia, perlu adanya sinergitas agar dapat mewujudkan generasi yang unggul.

”Saya berharap seluruh komponen pendidikan dapat bersinergi untuk benar-benar dapat mewujudkan anak sebagai generasi emas. Yaitu anak kedepan harus dapat menjadi generasi penerus yang cerdas ber Iptek Tinggi dan berakhul kharimah Imtak,” ungkap Marzuqi, Jumat (30/10/2015).

Lebih lanjut Marzuqi menerangkan, keberhasilan pendidikan dimaksud bukan hanya menjadi tanggung jawab guru sebagai pendidik saja. Akan tetapi perlu dukungan dan kerja sama dengan seluruh elemen pendidikan terkait.

”Mulai dari dukungan orang tua, lingkungan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian akan tercipta generasi emas yang handal, berintegritas dan beraklakul karimah sebagaimana kita dambakan bersama,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Sabar ya Pak Kiai Meski 20 Ribu Ponpes di Jateng Belum Terima Beasiswa Pemerintah

Santri dari Pondok Pesantren di Kudus mengikuti kegiatan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Santri dari Pondok Pesantren di Kudus mengikuti kegiatan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Beasiswa santri yang dilakukan di Kudus merupakan beasiswa yang dilaksanakan hingga tingkat Jateng. Hanya, dari pilihan ribu ponpes yang ada di Jateng, belum semuanya tersentuh beasiswa.

Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Ahmadi melalui Kabid PD Pontren, Sholikhin mengatakan, beasiswa tersebut tiap tahun diberikan. Di Jateng jumlah Ponpes ada 52 ribu, namun yang terserap baru 32 ribu.

”Penyerapan beasiswa untuk santri memang kurang. Karena sosialisasi yang tidak merata. Sampai saat ini masih dibuka penerima beasiswa, asalkan mengajukan data sesuai persyaratan yang sudah ditentukan,” katanya

Dia menjelaskan, beasiswa tersebut diharapkan membantu santri selama di pondok mengingat itu merupakan upaya meningkatkan semangat belajar. Selain itu, ini sebagai bentuk dukungan dari pemerintah.

”Banyak progam-progam untuk santri dari pemerintah, seperti beasiswa masuk perguruan tinggi, dan ada beasiswa bagi penghafal Alquran dengan cepat dikirim ke luar negeri,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Aneh, Tiba-tiba 3 Rumah di Grobogan Terbakar

 

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melanda di Dusun Krajan, Desa Warukaranganyar, Purwodadi, Grobogan, Jumat (30/10). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melanda di Dusun Krajan, Desa Warukaranganyar, Purwodadi, Grobogan, Jumat (30/10). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Aneh, tiba-tiba tiga rumah di Grobogan ludes terbakar. Alasannya pun sepele. Yakni gara-gara penghuni rumah sedang masak. Kemudian ditinggal sebentar.

Tiga rumah itu berada di Dusun Krajan, Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Ketiga rumah kesayangan pemiliknya itu rata dengan tanah, Jumat (30/10).

Tidak ada korban jiwa dalam musibah. Dalam kejadian ini, dua rumah milik Karjono dan satu lagi milik Sudarti ludes. Total kerugian material yang diderita korban kebakaran diperkirakan lebih dari Rp 100 juta.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran kali pertama diketahui berasal dari rumah Sudarti. Lantaran tidak bisa dipadamkan warga akibat terbatasnya air, kobaran api kemudian menjalar rumah di sampingnya milik Karjono.

Kebakaran tersebut akhirnya berhasil diatasi setelah tiga mobil damkar tiba di lokasi. Selain dua rumah, satu ekor pedet atau anak sapi milik Karjono ikut terpanggang. Demikian, pula dengan satu sepeda motor yang ada di rumah Sudarti gagal diselamatkan warga karena kobaran api cepat sekali membesar.

Sebelum kejadian, Sudarti tengah masak sayur di dapur menggunakan kompor. Beberapa saat kemudian, perempuan 59 tahun itu keluar rumah untuk membeli bumbu dapur. Saat kembali, dia mendapati rumahnya sudah penuh kobaran api dan warga sekitar sudah berhamburan untuk melakukan pemadaman.

“Sebelum kejadian, Ibu Sudarti memang menyalakan kompor karena sedang masak. Saat meninggalkan rumah, dia lupa untuk mematikan kompor,” terang Sekretaris Desa Warukaranganyar Suwajo. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

SMA Se Kudus Bakal Dikelola Provinsi

Agus Nuratman, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Agus Nuratman, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Aturan pemerintah dalam merombak pendidikan juga bakal dirasakan Kudus, termasuk dalam satuan pendidikan. Khusus untuk jenjang sekolah menengah atas, pengelolaannya bakal dikelola langsung oleh provinsi.

Hal itu diutarakan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Agus Nuratman kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, mulai 2017 mendatang kewenangan sekolah bakal langsung dikelola provinsi.

”Ini masih menunggu regulasi, dan menunggu aturan dalam penyerahan, jadi nanti semua bakal dikelola langsung oleh provinsi khusus tingkat SMA sederajat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Bukan hanya sekolah negeri saja, namun aturan tersebut dimungkinkan juga untuk sekolah swasta juga. Hanya yang pasti sekolah negeri pasti nantinya ikut provinsi.

”Sebentar lagi akan dilakukan verifikasi, rencananya dilakukan pada 9 hingga 14 November 2015, jadi 2017 sudah positif ikut ke provinsi,” imbuhnya.

Untuk itu, sampai pada aset sekolah dan keperluan juga langsung diambil alih dari provinsi. Setelah itu, Kudus akan fokus pada pendidikan tingkat dasar.

”Ini sudah dalam proses pendataan, memungkinkan besar akhir tahun sesuai dengan jadwal sudah selesai pendataannya, kemudian kami serahkan kepada provinsi,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ini Urutan yang Benar Gunakan Milk Cleanser dan Toner

www.sehatplus.com

www.sehatplus.com

 

KUDUS – Biasanya karena faktor kebiasaan serta pemahaman dari orang lain akan diikuti tanpa tahu benar dan salah. Begitu pula dalam merawat kesehatan kulit seperti saat penggunaan milk cleanser dan toner. Keduanya merupakan pembersihan kulit yang juga banyak digunakan. Namun terkadang urutan dan cara pemakaiannya tidak sesuai.

”Pertama untuk wajah yang sudah bersih dari makeup langsung menggunakan milk cleanser.  Fungsinya adalah untuk melembabkan dan menutrisi kulit,” ujar Andriya Justitia, manager Larissa Aesthetic Center Kudus.

Karena bahan milk cleanser terbuat dari susu, maka kulit akan sedikit berminyak dan lengket. Untuk itu setelah beberapa menit, wajah perlu dicuci dengan sabun wajah untuk membersihkan sisa-sisa minyak. Baru setelah itu dilanjutkan dengan pemberian toner agar kulit lebih segar dan sehat.

Dalam aplikasi keduanya, tidak boleh dilap dengan cara ditarik. ”Yang benar adalah dengan menepuk lembut untuk meratakan serta mengangkat milk cleanser maupun toner,” imbuhnya. Sebab kulit yang terlalu sering ditarik akan membuatnya kendor sehingga kulit terlihat menua. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Santri Tak Mampu dan Pintar, Kamu Memang Layak dapat Beasiswa, Barakallah!

santri-santri

Santri dari Pondok Pesantren di Kudus mengikuti kegiatan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pondok pesantren (Ponpes) sekarang ini mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan adanya beasiswa yang diberikan kepada santri yang kurang mampu dan berprestasi.

Hal ini dijelaskan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Hambali melalui Kasi Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (Pekapontren) M Hafidz. Dia mengatakan, ratusan santi di Kudus mendapatkan beasiswa dari pemerintah

“Jumlah penerima beasiswa tingkat Ula sebanyak 114 santri dan mendapatkan Rp 450 ribu per anak per tahun. Sedangkan, tingkat Wusto sebanyak 11 santri dan mendapatkan Rp 750 ribu per anak per tahun,” katanya.

Menurutnya, beasiswa untuk santri termasuk progam Indonesia Pintar. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi Ponpes wajar dikdas, yakni tingkat Ula (setara SD/MI) dan Wusto (setara SMP/MTs). Dan tahun ini sudah berjalan, ini sebagai upaya meningkatkan semangat santri.

Dia menambahkan, jumlah ponpes di Kudus sebanyak 121, tapi baru-baru ini ada pendataan ulang terkait izin operasional dan sudah masuk ke Kemenag berjumlah 61 Ponpes, lainnya masih ada kekurangan persyaratan.

Hafidz juga menjelaskan, Sebenarnya, masih banyak ponpes yang belum terserap mendapatkan beasiswa. Bagi yang belum, bisa mengusulkan lewat Kemenag Kudus. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Sambut Ultah ke-70 Para Guru di Jepara Gelar Lomba Olahraga

Bupati didampingi Ketua PGRI Kiswadi serta Ketua Panitia pelaksanan kegiatan membuka langsung lomba bola voli antar anggota PGRI kecamatan se Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati didampingi Ketua PGRI Kiswadi serta Ketua Panitia pelaksanan kegiatan membuka langsung lomba bola voli antar anggota PGRI kecamatan se Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menyambut hari Guru Nasional ke-70, para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jepara menyelenggarakan berbagai kegiatan. Kegiatan diawali dengan apel yang dipusatkan di Alun-alun Jepara dengan pimpinan Apel Bupati Jepara, Jumat (30/10/2015). Kegiatan ini diikuti peserta dari anggota Cabang PGRI Kecamatan se Kabupaten Jepara.

Usai upacara di tempat yang sama, salah satu acara yang diselenggarakan adalah lomba Voli yang berlangsung selama 3 hari, mulai 30 Oktober ini hingga 1 November 2015. Ketua penyelenggara, Harmanto memaparkan, disamping lomba voli juga dilaksanakan berbagai kegiatan lain.

”Di antaranya lomba tenis meja di gedung PGRI, Catur putra/putri, tenis lapangan. Selanjutnya, juga dilaksanakan kegiatan apel dan jalan sehat di Lapangan Sepak Bola Kenari Kalinyamatan,” kata Harmanto.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai puncak kegiatan berupa Upacara peringatan HGN (Hari Guru Nasional) dan HUT PGRI ke-70 Tahun 2015, pada tanggal 25 November 2015 di Lapangan Sepak Bola Kenari, Kecamatan Kalinyamatan.

Dia menambahkan, kegiatan dan lomba ini sendiri juga dimaksudkan untuk meningkatkan persatuan dan solidaritas diantara sesama personel pendidikan. Di samping itu juga untuk meningkatkan motivasi sekaligus mengenang jasa para tokoh pendidikan.

”Hal ini penting mengingat peningkatan mutu pendidikan saat ini menjadi prioritas pembangunan. Sehingga perangkat penunjang perlu dibenahi, termasuk didalamnya pembenahan guru sebagai salah satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari komponen pendidikan,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ini Rahasia Agar Kulit Wajah Tidak Kering Usai Gunakan Facial Foam

www.sehatplus.com

www.sehatplus.com

 

KUDUS – Membersihkan wajah memang diwajibkan setiap hari, bahkan setiap saat jika dirasa sudah banyak kotoran yang menempel akibat aktivitas sehari-hari. Selain dengan mencuci wajah, pembersihan kulit wajah harus lebih ekstra serta jangan lupa untuk menutrisinya.

Andriya Justitia, manager Larissa Aesthetic Center Kudus mengatakan mencuci muka dengan facial foam hanya mencuci secara cepat pada bagian luar saja. ”Sementara penggunaan milk cleanser dan toner berbeda. Keduanya lebih membersihkan menyeluruh serta menutrisinya,” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Secara berkala pembersihan menggunakan milk cleanser dan toner juga membuat kulit lebih lembab akibat pemakaian facial foam. Apalagi dengan facial foam yang digunakan memiliki banyak busa yang semakin mengikis kelembaban.  (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)