Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Banyak Perusahaan Asing di Jepara Tak Kooperatif



Reporter:    /  @ 11:32:36  /  31 Oktober 2015

    Print       Email
WNA Bermasalah 2 (e)

WNA bermasalah yang diamankan oleh petugas imigrasi kelas III Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Seiring dengan keberadaan perusahaan asing atau penanaman modal asing (PMA) yang semakin banyak di Kabupaten Jepara. Membuat jumlah tenaga kerja asing (TKA) juga tak sedikit. Akibatnya, potensi rawan dengan keberadaan TKA bermasalah pun ikut meningkat.

Terlebih, baru-baru ini sejumlah warga Negara Asing (WNA) yang juga berstatus sebagai TKA di Jepara diciduk Kantor Imigrasi Kelas II Pati, lantaran bermasalah. Hal itu menunjukkan Jepara masih rawan dengan TKA bermasalah.

Meski begitu, pemerintah melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara mengaku kesulitan melakukan pengawasan lantaran banyak perusahaan asing yang tak kooperatif. Hal itu disampaikan Kepala Dinsosnakertrans Jepara melalui Kasi Wasnaker Muryanto.

Menurut dia, perusahaan seringkali tidak melaporkan jika mendatangkan TKA. Saat dilakukan pantauan, yang ditunjukkan hanya TKA yang tercatat dalam izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

”Banyak perusahaan yang tidak kooperatif. Maksudnya, perusahaan kerap merahasiakan TKA yang melanggar ketentuan keimigrasian,” kata Muryanto kepada MuriaNewsCom.

Peraturan yang sering dilanggar yakni soal izin bekerja (visa kerja) maupun izin tinggal. Mereka kerap hanya mengantongi izin (visa) kunjungan. Izin bekerja itu menjadi syarat awal untuk mengurus izin tinggal.

”Meski hanya bekerja di perusahaan itu dalam beberapa hari, dan hanya bertugas memantau kualitas produk pabrik, TKA harus tetap mengurus persyaratan yang ada,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →