PEMBUNUHAN ANAK KANDUNG: Kondisi Kejiwaan Pelaku Normal

Kapolsek Batealit menginterogasi pelaku pembunuhan anak kandung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolsek Batealit menginterogasi pelaku pembunuhan anak kandung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat kepolisian Polsek Batealit, Jepara telah membekuk pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maut yang terjadi di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, di Desa Kuningan, Semarang Utara, Rabu (28/10/2015) malam tadi. Aparat memastikan kondisi kejiwaan pelaku masih terbilang normal.

Sebab, dari keterangan pelaku, dirinya melarikan diri dengan cara berjalan kaki hingga ke jalan raya, kemudian naik angkutan umum minibus menuju tempat saudaranya di Semarang. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan tes sederhana untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku normal.

”Tadi saya ajak komunikasi masih nyambung. Ketika saya tanya nama-nama anaknya, nama istri dan nama orang tuanya pun masih bisa menjawab dengan benar. Bahkan, saya minta nulis dan saya minta tanda tangan juga ternyata masih sama dengan di KTP pelaku,” ujar Kapolsek Batealit, Jepara, AKP Hendro Astro kepada MuriaNewsCom.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya masih butuh bantuan dari pihak psikiater untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku penganiayaan hingga berujung maut tersebut. Pihaknya belum berani memastikan secara pasti bahwa kejiwaan pelaku normal.

Sebab, seperti diberitakan MuriaNewsCom, pelaku memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah di larikan ke RSUD Kartini. Bahkan ketika kambuh, pernah pula dilarikan ke rumah sakit di Semarang pada tahun 2014 lalu. (WAHYU KZ/TITIS W)