PEMBUNUHAN ANAK KANDUNG : 2 Adiknya Ingin Ketemu Kakaknya yang Sudah Tewas

Korban kritis yang dirawat di RSUD Kartini, saat ini ditempatkan di Ruang Teratai. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Korban kritis yang dirawat di RSUD Kartini, saat ini ditempatkan
di Ruang Teratai. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung maut, di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, Jepara, memberikan rasa kepedihan tersendiri bagi para keluarga korban.

Salah satunya Sumanah (33), adik korban Siti Hadroh (37) yang terluka parah dan kritis. Sumanah mengaku sangat sedih mengetahui kakaknya menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh kakak iparnya atau suami korban, Seraju (45).

Lebih tragis lagi, keponakannya,Afrianto alias Rian yang masih duduk di kelas IX di salah satu MTs swasta di Desa Raguklampitan menjadi korban dan meninggal dunia.

“Saya tidak tega. Sedih sekali mengetahui kakak saya terluka parah, dan keponakan meninggal di tangan ayahnya sendiri,” kata Sumanah yang tak kuasa menahan tangis, di ruang jenazah RSUD Kartini Jepara, Rabu (28/10/2015).

Kakaknya saat ini tergeletak di ruang rumah sakit karena kritis. Dengan luka parah di bagian kepala. Hadroh memiliki tiga orang anak. Yang menjadi korban hingga meninggal merupakan anak sulung. Sedangkan dua anak lainnya dititipkan di sebuah yayasan panti asuhan di Semarang.

“Malah anak yang di yayasan itu sebelumnya bilang ingin melihat kakaknya, tapi sekarang sudah meninggal,” ungkapnya.

Sampai saat ini, korban kritis dirawat di Ruang Teratai, kelas paling bawah di RSUD Kartini. Diketahui keluarga korban merupakan orang yang tak mampu. Sementara korban tewas, ditempatkan di ruang jenazah untuk dilakukan auotopsi. Sementara pelaku diketahui melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)