Yakin Nggak Mau Baca? Ternyata Begini Kehidupan di Banjarejo Pada Masa Lampau

Salah satu cincing yang ditemukan di Desa Banjarejo. Diduga, cincin tersebut milik seorang bangsawan pada masa lampau (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu cincing yang ditemukan di Desa Banjarejo. Diduga, cincin tersebut milik seorang bangsawan pada masa lampau (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski baru sedikit tabir yang terkuak, namun kehidupan masyarakat yang tinggal di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus di masa lampau dinilai sudah cukup maju. Hal ini didasarkan pada penemuan benda kuno yang ada di situ. Khususnya, penemuan aneka perhiasan dari emas.

Sebagian besar, perhiasan yang bisa menjadi petunjuk penelitian itu sudah hilang karena dijual penemunya. Meski demikian, masih ada juga orang yang menyimpan penemuannya hingga sekarang. Salah satunya adalah Busroni, juru kunci Batu Pasujudan Petilasan Aji Saka di Dusun Medang Kamulan, Desa Banjarejo.

Perhiasan yang ditemukan Busroni ini bentuknya cincin emas dan ada batu akik warna merah hati. Cincin emas itu beratnya 10 gram dengan kadar emas 85 persen atau setara 23 karat.

”Sudah pernah ditawar orang Rp 50 juta tetapi saya tidak kasih karena memang tidak akan saya jual. Kandungan emas itu sudah pernah saya cek ke tempat penjualan perhiasan,” katanya.

Selain kandungan emas yang tinggi, batu akik dalam cincin itu juga cukup unik. Dimana, jika diperhatikan dengan teliti, ada motif semacam gambar binatang mitologi yang terlihat. Ada yang mengatakan gambar itu mirip bentuk kambing.

Gambar yang terlhat itu bukan berasal dari ukiran di batu akik. Soalnya, jika dipegang, batu akik itu tampak halus dan rata. Tidak ada bekas goresan sama sekali.

Busroni mengaku sudah memiliki cincin itu cukup lama, lebih dari satu tahun lalu. Cincin itu ditemukan sekitar 500 meter di sebelah barat lokasi penemuan bangunan kuno dari batu bata yang bentuknya mirip pondasi.

”Penemuan itu terjadi kebetulan saja. Ceritanya, saya waktu itu sedang berteduh di bawah pohon di pinggiran sawah dan melihat ada benda berkilau. Setelah saya ambil, ternyata cincin ini. Kemungkinan, ini dulu milik bangsawan yang tinggal di kerajaan sini,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)