Ditangan Petani Mejobo Ini Kotoran Kerbau Jadi Lebih Bermanfaat

Para petani tengah menjemur kotoran kerbau untuk dijadikan pupuk kandang pada proses penanaman palawija Maret mendatang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para petani tengah menjemur kotoran kerbau untuk dijadikan pupuk kandang pada proses penanaman palawija Maret mendatang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Jangan anggap remeh kotoran kerbau, karena ternyata dari kotoran tersebut mampu dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Ditangan para petani asal Desa Gulang, Kecamatan Mejobo ini mereka mampu mengubah kotoran kerbau yang tidak memiliki nilai lebih, menjadi pupuk yang ampuh dan berkhasiat.

Para petani tersebut mengolah kotoran kerbau untuk dijadikan pupuk kandang. Dan digunakan sebagai pupuk pada proses penanaman palawija atau buah-buahan pada musim tanam mendatang.

Salah satu Petani Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Jamian menjelaskan, pupuk kandang ini nantinya digunakan pupuk saat menanam melon pada Maret mendatang. Sebab dengan menggunakan kotoran kerbau ini, bisa mempercepat tumbuhnya bibit melon.

”Bila menggunakan kotoran kerbau, maka proses tumbuh bibit di dalam pot sampai dengan penanaman ke sawah itu hanya memerlukan waktu 1 pekan. Sedangkan bila menggunakan tanah biasa, bisa memakan waktu lebih dari 1 pekan,” ungkap Jamian.

Pupuk kandang yang selalu dibuatnya tersebut juga tidak harus dicampuri dengan obat-obatan kimia lainnya. Sehingga tetap terjaga kealamiannya.

”Dalam pembuatan pupuk kandang tersebut tidak usah dicampuri dengan yang lain. Toh ini juga khasiatnya sudah bagus. Untuk lahan seluas 2 hektare hanya memerlukan 5 kuintal pupuk kandang saja. Dan itupun kesemua kotoran kerbau tersebut kami dapat dari peternakan kerbau saya sendiri. Jadi sangat ekonomis,” paparnya.

Dia menambahkan, yang penting permulaan pembibitan mulai dari penanaman biji ke dalam pot, setidaknya jangan sampai menggunakan obat kimia. Namun menggunakan bahan alami saja. Sehingga pada masa pertumbuhannya juga alami. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)