Rehabilitasi Lebih Efektif Tekan Penyalahgunaan Narkoba

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho menyampaikan latar belakang pembentukan Tim Penjangkau dan Pendamping Bagi Penyalahguna Narkoba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho menyampaikan latar belakang pembentukan Tim Penjangkau dan Pendamping Bagi Penyalahguna Narkoba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Berbagai cara dilakukan dalam rangka menekan tingkat penyalahgunaan narkoba. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah merehabilitasi pengguna narkoba.

Hal itu disampaikan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho di sela-sela pembentukan Tim Penjangkau dan Pendamping Bagi Penyalahguna Narkoba, di Ruang Rapat Setda I Pemkab Grobogan, hari ini Jumat (23/10/2015).

Hadir pula dalam kesempatan itu, Kasi Pasca Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah Sardianto dan Kasubbag Pendidikan dan Kesehatan Bagian Kesra Setda Grobogan Daru Purnomo.

Menurut Sapto, dengan merehabilitasi penyalahguna dapat memutus rantai perputaran jual beli narkoba. Selain itu, juga dapat menghindari munculnya pengedar baru.

”Untuk menekan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Sebab, penanganan yang dilakukan itu akan sia-sia dan justru menjadi kesempatan bagi pengedar narkoba lebih leluasa. Sebab, mereka tidak kehilangan para pembelinya,” jelas Sapto.

Jika para penyalahguna dipidanakan, dikhawatirkan mereka justru diajari cara menjadi penjual atau pengedar narkoba. Sehingga akan menambah pelaku baru.

Ditambahkan, untuk menjangkau para penyalahguna narkoba pihaknya pun membuat tim khusus yang diisi dari berbagai pihak. Yakni Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kepolisian, dan Kejaksaan. Tim tersebut dibentuk untuk membantu peran BNN dalam menangani dan menjangkau para penyalahguna narkoba.

Di dalam tim tersebut juga ada Tim Assessment atau penilai untuk mengklasifikasikan penyalahguna tersebut. Jika murni penyalahguna, mereka akan direhabilitasi. Namun, jika memang terlibat dalam penyebaran narkoba, hasil penilaian itu akan menjadi bahan pertimbangan di persidangan. (DANI AGUS/TITIS W)