Puluhan Mantan TKI Grobogan Diberikan Motivasi Bisnis dan Pelatihan Wirausaha

Pelatihan untuk para mantan TKI Grobogan yang diselenggarakan BNP2TKI melalui BP3TKI Provinsi Jawa Tengah di LPK Koreanindo yang ada di Dusun Semen, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelatihan untuk para mantan TKI Grobogan yang diselenggarakan BNP2TKI melalui BP3TKI Provinsi Jawa Tengah di LPK Koreanindo yang ada di Dusun Semen, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 25 orang mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kecamatan Pulokulon mendapat pelatihan kewirausahaan selama sepekan. Yakni, mulai hari ini hingga Sabtu (24/10/2015) mendatang. Pelaksanaan pelatihan mantan TKI tersebut dilangsungkan di LPK Koreanindo yang ada di Dusun Semen, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon.

Acara pelatihan yang diselenggarakan BNP2TKI melalui BP3TKI Provinsi Jawa Tengah itu dibuka Kepala Desa Pulokulon Kandar. Setelah itu para peserta mendapat motivasi bisnis yang disampaikan Arif Budianto dari UMKM Center Jawa Tengah.

Menurut Arif, para mantan TKI tersebut sebenarnya sudah punya salah satu bekal untuk memulai usaha. Yakni, bekal berupa uang hasil dari jerih payahnya mengais rezeki di negeri orang. ”Kebanyakan mereka ini mengirimkan gaji yang didapat selama bekerja ke rumah. Jadi, sedikitnya modal usaha sudah mereka miliki,” kata Arif.

Meski demikian, syarat lain yang diperlukan untuk membuat usaha belum dimiliki para mantan TKI itu. Yaitu, keberanian dan tekad untuk memulai usaha meski hanya skala kecil. Selain itu, kebingungan menentukan jenis usaha juga dialami para mantan TKI.

Oleh sebab itu, dalam pelatihan tersebut, pihaknya sempat memberikan banyak gambaran jenis usaha yang bisa dilakukan. Terutama, usaha yang membutuhkan modal sedikit dan tidak perlu keterampilan khusus. Antara lain, usaha pembuatan makanan ringan, minuman, jasa, dan peternakan.

”Tahap pertama, para mantan TKI ini harus kita beri motivasi dan wawasan dulu. Setelah itu, mereka diberikan pelatihan teknis lebih lanjut. Jika mereka mau berusaha, kami dari UMKM Center Jateng siap membantu pemasaran produk yang dihasilkan,” cetus pria asal Kudus itu.

Ditambahkan, kegiatan serupa juga dilakukan di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan. Selain dari UMKM Center Jateng, pelatihan wirausaha untuk mantan TKI juga diberikan dari lembaga lain. Seperti, lembaga perbankan, dinas peternakan, dan pengusaha peternakan ayam Jowo Super (Joper). (DANI AGUS/TITIS W)