Kerugian Kebakaran di Jepara Capai Rp 7,6 Miliar Lebih

Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang menghanguskan pasar Desa Raguklampitan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang menghanguskan pasar Desa Raguklampitan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Selama musim kemarau panjang di tahun ini, peristiwa kebakaran silih berganti terjadi di Kabupaten Jepara. Terhitung, sejak memasuki musim kemarau hingga saat ini sudah ada 71 lebih kejadian kebakaran.

Dari catatan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, dari jumlah tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 7,6 miliar lebih. Perhitungan tersebut dari setiap peristiwa kebakaran yang dipastikan menimbulkan kerugian.

”Kebakaran di musim kemarau ini banyak terjadi kebakaran. Dalam sehari saja, bisa mencapai tiga sampai empat kali kebakaran seperti yang terjadi pekan lalu,” ujar Kepala UPT Damkar Surana kepada MuriaNewsCom, Senin (19/10/2015).

Menurutnya, dari banyaknya peristiwa kebakaran tersebut, jumlah kerugian yang ditaksir paling banyak adalah kebakaran yang terjadi di pasar Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, beberapa waktu lalu, yang mencapai Rp 4 miliar lebih. Selebihnya ada yang mengalami kerugian Rp 1 miliar dan ada yang terkecil sekitar Rp 1 juta saja.
”Dari jumlah kerugian yang ditaksir bervariasi. Yang paling banyak kebakaran pasar kemudian kebakaran mebel,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)