Penggunaan Dana Desa di Pati Diimbau untuk Pemberdayaan

Seorang warga Desa Margorejo tengah melintas di areal persawahan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang warga Desa Margorejo tengah melintas di areal persawahan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dana desa yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada 421 desa yang ada di Kabupaten Pati diimbau untuk digunakan sebagai pemberdayaan. Hal itu diharapkan bisa memberdayakan masyarakat yang pada akhirnya bisa menyejahterakan warga secara berkelanjutan.

“Dana desa itu jangan hanya digunakan untuk infrastruktur saja, seperti pembangunan jalan, gorong-gorong dan lainnya. Lebih dari itu, dana desa juga harus diprioritaskan untuk hal-hal yang bersifat memberdayakan,” ujar Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Salah satu contoh kegiatan pemberdayaan, di antaranya ternak itik, kambing, sapi, budi daya holtikultura dan usaha-usaha yang bisa memberdayakan masyarakat. Hal ini dinilai jauh lebih penting, karena memiliki dampak yang berkelanjutan dan tidak habis pakai.

“Pemberdayaan itu kemudian ditampung dalam satu wadah bernama Badan Usaha Milik Desa. BUMDes inilah nantinya yang berfungsi stretegis sebagai pilar kesejahteraan rakyat,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)