Ingin Lihat Anaknya yang Hapal Alquran, Orang Tua Ini Harus Tinggal di Tenda

Tampak orang tua santri mendirikan tenda ketika menyambangi anaknya di di Pondok Pesantren Tahfidz Yanbuul Quran anak-anak, di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tampak orang tua santri mendirikan tenda ketika menyambangi anaknya di di Pondok Pesantren Tahfidz Yanbuul Quran anak-anak, di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Meski tempat menginap di Pondok Pesantren Tahfidz Yanbuul Quran anak-anak, di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus, telah disediakan. Namun ada salah satu orang tua santri yang mendirikan tenda untuk menginap saat menyambangi santri.

Yaitu Nasruddin Anshoriy CH. Dia rela mendirikan tenda di depan pondok tersebut. Hal itu dilakukan lantaran ingin mengobati rasa rindu terhadap putranya. Karena selama satu bulan tidak pernah ketemu dengan keluarga.

“Saya mendirikan tenda ini sebab ingin menginap di ponpes. Meskipun tempatnya sudah ada, namun saya mengajak dua orang keluarga. Yakni istri dan anak saya lagi. Sebab di sini haya membatasi pengunjung dua orang saja. Oleh sebabnya saya rela tidur di tenda ini,” katanya.

Pria yang berasal dari Bantul DIY juga berharap dengan menyambangi putranya, Ibrahim Syauqi Muhammad, kedekatan emosianal orang tua dan anak bisa selalu terjaga.

“Supaya psikologis anak saya juga selalu baik. Sehingga saat hapalan Alquran bisa lancar,” ujarnya.

Dia menuturkan kalau anaknya saat ini duduk di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Serta, lanjut dia, anaknya telah hapal Alquran empat juz. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)