KOPMA STAIN Kudus Harus Kreatif Mengelola Keuangan

Anggota Koperasi Mahasiswa STAIN Kudus berfoto bersama. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Anggota Koperasi Mahasiswa STAIN Kudus berfoto bersama. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kesuksesan berorganisasi tak luput ditunjang oleh fasilitas serta finansial yang mumpuni. Oleh karenanya anggota Koperasi Mahasiswa (KOPMA) STAIN Kudus ini dituntut untuk bisa memutar uang modal agar nominalnya semakin bertambah.

Putaran uang modal tersebut bukan berarti untuk dipergunakan sebagai kegiatan simpan pinjam. Akan tetapi perputaran itu berupa belanja modal berbentuk produk atau barang nantinya dapat diperjual belikan.

”Untuk perputaran uang itu meliputi dana simpanan pokok sebesar Rp 10 Ribu per bulan untuk setiap anggota, simpanan sukarela, dan tabungan wajib bagi anggota baru sebesar Rp 5 ribu per angota,” kata Ali Sofyan, pengurus Koperasi Mahasiswa STAIN Kudus.

Dia menilai, uang dari anggota tersebut bisa dimanfaatkan untuk belanja modal berupa barang alat tulis kantor, makanan ringan yang nantinya dijual di koperasi. Selain itu, uang anggota terebut juga dapat dijadikan cadangan berwirausaha. Sehinga tidak serta merta menggantungkan modal dari kampus.

Dia menambahkan, keuntungan atau laba yang didapat dari penjualan produk koperasi selama satu tahun, maka setiap bulan Januari akan diadakan pembagian sisa hasil usaha (SHU) serta akan diadakan reorganisasi keanggotaan dan kepengurusan KOPMA yang baru. Selain itu untuk SHU nya sendiri bisa sampai mendapat Rp 150 ribu hingga Rp 200 Ribu per anggota tiap tahunnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)