Politisi PAN Pertanyakan Metode Riset LPPM Unisnu Jepara

Ketua KPU jepara M Haidar Fitri ketika membuka acara Diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan LPPM Unisnu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ketua KPU jepara M Haidar Fitri ketika membuka acara Diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan LPPM Unisnu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Salah satu politisi dari PAN Jepara Kholis mengatakan, pihaknya mempertanyakan metode yang digunakan oleh LPPM Unisnu dalam melakukan riset tersebut. Sebab, pihaknya sendiri sebelum pelaksanaan Pileg 2014 lalu juga melakukan penelitian terhadap para calon pemilih.

“Dari hasil penelitian yang kami lakukan, meskipun kecil-kecilan. Pemilih masih menanyakan serangan fajar. Ibaratnya lima tahun kemarau bisa diobati dengan hujan yang cukup sekali yaitu serangan fajar itu,” kata Kholis.

Sedangkan dari peneliti LPPM Unisnu Jepara Mayadina mengatakan, bahwa metode yang digunakan dalam penelitian tersebut menggunakan metode campuran antara kualitatif dengan kuantitatif. Sedangkan sample yang digunakan berjumlah 100 orang dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pileg 2014 lalu yang berjumlah 841.574.

“Sample 100 orang tersebut terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan tempat tinggal secara acak,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)