Guru Kepruk Kepala Siswa, Orang Tua : Kecewa

Siswa (kanan) MCR bersama orang tuanya Tasrikan di Rembang. DOKUMEN

Siswa (kanan) MCR bersama orang tuanya Tasrikan di Rembang. DOKUMEN

 

REMBANG – Orang tua mana yang terima anaknya dipukul. Apalagi hal itu terjadi saat anaknya sedang belajar di sekolah. Hal itulah yang dialami Tasrikan, warga Pandangan Wetan, Kragan, Rembang. Dia tidak terima saat anaknya MCR (15), dipukul gurunya, EKT. Oknum guru itu memukulkan helm ke kepala MCR.

Tasrikan mengaku kecewa dengan aksi guru itu. Dirinya mengetahui hal itu dari anaknya sepulang sekolah. Dia menyayangkan sikap guru. Seyogyanya, guru memberikan hukuman dengan wajar. “Jangan pakai tangan. Saya saja tidak pernah memukul anak saya. Kalau gak percaya, tanya saja dia,” terangnya.

Dia berharap agar kejadian itu tidak terulang lagi kepada siswa lainnya. Orang tua juga telah meminta keterangan sekolah terkait masalah yang sebenarnya terjadi.

Berdasarkan penuturan MCR kepada wartawan, peristiwa terjadi di pos satpam SMPN 01 Kragan, Rembang, Kamis (1/10) pagi.

Di tempat itu, dirinya bersama temannya dihukum karena melanggar. Yaitu baju seragamnya tidak dilengkapi dasi. Padahal atribut dasi merupakan kewajiban berseragam di sekolah itu.

Sebenarnya, MCR telah dipinjami dasi oleh temannya yang lebih dulu masuk area sekolah. Tapi hal itu cepat diketahui guru EKT. Kemudian MCR dihukum di pos satpam. Dengan berdiri, dan dimarahi. Guru itu lalu ambil helm. “Helm dihantam ke kepala saya,” ungkapnya. (AKROM HAZAMI)