Relawan: BPBD Kurang Maksimal dalam Penanggulangan Kebakaran di Argo Wiloso

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu relawan dari Wilayah Cranggang, Kecamatan Dawe Toro mengutarakan aksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus terhadap kebakaran hutan belum maksimal.

”Yang kami lihat kurang aktifnya BPBD memberikan fasilitas terhadap pemadaman api ini. Seperti halnya tidak menyediakan obat-obatan, peralatan gergaji mesin (senso) untuk memotong kayu yang terbakar, masker dan lainnya untuk relawan dan warga,” katanya.

Ia menambahkan, sehingga peralatan membantu dalam pemadaman api tersebut, tidak begitu diperhatikan oleh BPBD untuk keselamatan serta kelancaran pemadaman api di hutan Desa Japan tersebut.

”Selain fasilitas, logistik atau konsumsi nasi bungkus selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu ini masih berasal dari warga setempat. Setidaknya pimpinan BPBD juga ikut naik ke pos yaitu di petilasan Syech Subakir, supaya mengetahui jelas keadaannya serta memberikan arahan bagi relawan yang ada di atas,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Kudus Bergas Catur yang juga sebagai Kasi Penanggulangan mengatakan, bukan berarti BPBD kurang aktif, namun pihaknya mengkalkulasi terlebih dahulu peralatan apa saja yang perlu dibawa naik.

”Misalkan membawa senso atau gergaji mesin, karena itu berat sekali. Malah nanti menimbulkan bahaya dalam perjalanan, sebab jalannya sempit berupa setapak. Untuk obat-obatan kami menitipkan kepada relawan lain,” terangnya.

Bergas melanjutkan, pihaknya juga mengakui konsumsi itu memang dari masyarakat. Akan tetapi pihaknya juga menyediakan personel relawan, hasil dari koordinasi pihak BPBD dan pihak kecamatan setempat. ”Setiap desa yang ada di Kecamatan Dawe mengirimkan 10 personel relawan. Dan itupun hari ini terlaksana dengan baik, bahkan ada sekitar 200 personel,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)