Produksi Kerajinan Pelepah Pisang di Blora Terkendala Pemasaran

 

Sri Mulyanto menunjukkan lukisan kaligrafi dari pelepah pisang hasil karyanya (MuriaNewsCom/Priyo)

Sri Mulyanto menunjukkan lukisan kaligrafi dari pelepah pisang hasil karyanya (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kreatifitas Sri Mulyanto, warga Desa Keser RT 01/02, Kecamatan Tujungan, Blora, yang memanfaatkan limbah pelepah pisang menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai ekonomi tinggi, ternyata belum sepenuhnya bisa berjalan lancar.

Bukan persoalan kesulitan bahan baku ataupun produksinya, namun, kerajinan dari pelepah pisang ini masih terkendala dengan pemasaran.

”Saat ini baru melalui via online saja untuk para pembelinya. Terkadang saya titip sama teman saya, kadang juga ada yang pesan lewat facebook, karena ada beberapa produk saya upload dan ada yang respon minta dibuatkannya,” katanya.

Meski demikian, dirinya tetap optimis jika kerajinan dari bahan pelepah pisang, seperti kaligrafi, tisu maupun tas, akan mendapatkan tempat di hati masyarakat. Ke depan, dirinya bakal lebih gencar mempromosikan produknya, khususnya melalui via online.

Ia mengaku dalam membuat sebuah kaligrafi bisa memakan waktu mencapai 4 hari bahkan dua minggu, tergantung kesulitan dalam pembuataanya.

“Cepat atau tidaknya dalam pengerjaan tergantung besar kecil dan mudah sulitnya pada karya yang diminta. Selain itu, dalam pengerjaan ini harus teliti dan dengan pikiran yang fresh. Kalau lagi suntuk ya lama mengerjakannya,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)