Kobaran Api di Argo Wiloso Tinggal 5%, Petugas Tetap Lakukan Pemadaman Ekstra

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kepala polisi sektor Dawe Akp. Sunar mengungkapkan, kebakaran lahan hutan di Argo Wiloso, Desa Japan, Kecamatan Dawe saat ini tinggal 5% saja. Titik api tersebut berada area curam menuju Sungai Montel. Meski begitu, proses pemadaman api masih membutuhkan tenaga ekstra.

Alhamdulillah titik api berangsur padam, dan masih sekitar 5%. Meski titik api tersebut berada di jurang, semoga besok bisa padam,” katanya.

Pihaknya beserta TNI, dan tokoh masyarakat lainnya terus memantau perkembangan yang ada. Sehingga api bisa dipadamkan total.

Hal senada diungkapkan Komandan Koramil Dawe Kapten Infantri Mansur. Api berangsur bisa dikendalikan, namun sisanya berada di area curam. Sehingga tim pemadam harus bisa ekstra hati-hati.

”Yang menjadi api awet menyala ialah tanaman pakis tanah. Tanaman tersebut mempunyai akar berserabut seperti tembakau. Sehingga jika terkena percikan api sangat mudah terbakar,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan polusi asap atau abu yang ditimbulkan oleh musibah tersebut, saat ini ada beberapa wilayah yang terkena imbasnya. Salah satu relawan pemadam kebakaran yang berasal dari perangkat Desa Cranggang, Kecamatan Dawe Toro mengatakan, untuk polusi asap dan abu itu menyebar ke arah barat dan utara.

”Jika kerah utara itu diperkirakan sampai ke Jepara yakni Keling Kelet dan Bangsri. Sedangkan arah barat akan menyasar ke Desa Ternadi Kecamatan Dawe, dan Desa Rahtawu Kecamatan Gebog. Akan tetapi itupun tidak menimbulkan bahaya, sebab asap serta debu yang mengepul hanya sedikit tidak seperti bencana kebakaran di Kalimantan,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)