Kaligrafi dari Pelepah Pisang Tembus Pasar Luar Blora

Sri Mulyanto sedang menyelesaikan pekerjaannya membuat lukisan kaligrafi dari pelepah pisang (MuriaNewsCom/Priyo)

Sri Mulyanto sedang menyelesaikan pekerjaannya membuat lukisan kaligrafi dari pelepah pisang (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kerajinan kaligrafi dari pelepah pisang yang dibuat perajin asal Desa Keser RT 01/02, Kecamatan Tujungan, Blora, Sri Muyanto telah menembus pasar luar Jawa, seperti Bangka Belitung, Jakarta, Gresik, Bali dan beberapa daerah lainnya.

Usaha kecil menengah kerajinan tangan yang dibangun Mulyanto sejak 2013 itu, kini sudah memiliki pelanggan tetap dari luar Blora. Biasanya, pembeli dari luar Blora tersebut memesan kaligrafi dari pelepah pisang ini dalam bentuk lukisan.

Sebelum menggeluti usahanya ini, Mulyanto dahulunya sempat bekerja di Jakarta. Namun, karena sesuatu hal, dirinya kembali lagi ke kampung halaman, dan ternyata pada tahun 2010, dirinya mengalami musibah jatuh dari pohon. Akibat insiden itu, dirinya mengalami cacat kaki.

”Sebelum menjadi penrajin kaligrafi, saya sempat kerja di Jakarta dan pulang lagi ke rumah.Namun, pada tahun 2010 lalu saya kecelakaan, bahkan sempat dua tahun tak bisa jalan.Pada 2012, saya sudah mulai membaik dan mencobaikut kerja jadi tukang las.Tapi, karena fisik kurang, sehingga  mencoba untuk berkreasi membuat kerajinan dari pelepah pisang,” ungkapnya.

Menurutnya, karya kaligrafinya ini dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari harga Rp 100 ribu hingga jutaan. “Tergantung ukuran dan tingkat kesulitan,” imbuhnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)