Anak Disekolahkan untuk Dididik, Bukan Dianiaya

Keluarga Sony Permadi membawa poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Keluarga Sony Permadi membawa poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Anak disekolahkan untuk dididik, bukan dianiaya. Mohon keadilan, hukum harus ditegakkan. Pelaku kekerasan anak wajib dihukum.

Begitu sederet poster yang dibawa keluarga Sony Permadi di depan pintu Ruang Sidang Pengadilan Negeri (PN) Pati, Rabu (30/9/2015). Mereka menuntut agar WS, guru kesenian dan kebudayaan SMP Negeri 1 Tambakromo yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sony, dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

”Kami menyekolahkan anak itu untuk dididik, diajari ilmu pengetahuan, dan budi pekerti yang baik, bukannya malah dianiaya. Kami berharap pelaku diganjar sesuai dengan perbuatannya,” ujar Siswati, ibu korban kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Nasional Maskuri mengatakan akan mendampingi kasus tersebut hingga selesai. ”Kami akan dampingi hingga selesai. Ini menjadi peringatan kepada guru agar tidak lagi menggunakan cara kekerasan dalam mendidik siswa. Bagaimana pun juga, kekerasan bertentangan dengan hukum,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)