Bukan Hoax, Pedagang Es Tebu Sukses Ini Beberkan Caranya jadi Kaya

Salah seorang penjual es tebu yang beroperasi di Jalan Pati-Tayu tengah melayani pembeli. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Salah seorang penjual es tebu yang beroperasi di Jalan Pati-Tayu tengah melayani pembeli. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Musim kemarau ternyata membawa berkah bagi sebagian orang. Salah satunya, penjual es tebu yang laris manis selama musim kemarau berlangsung.

“Musim kemarau begini, biasanya saya bisa menjual 90 hingga 120 cup es tebu dengan harga Rp 2.500 per cup. Saya jual di pinggiran jalan raya. Banyak pengguna jalan yang kehausan mampir dan beli es tebu,” kata Wawan, penjual es tebu asal Desa Majoagung, Kecamatan Trangkil, Senin (28/9/2015).

Ia mengatakan, peluang berjualan es tebu saat ini memang banyak dilirik kalangan wirausahawan. Dengan modal awal di kisaran Rp 7 juta, modal itu bisa kembali hanya dalam waktu 2 hingga 3 bulan saja.

“Es tebu itu dibuat dari tebu hijau murni, tanpa campuran apa pun. Jadi, pembeli lebih suka karena murni tanpa tambahan apa pun. Sari tebu langsung diberikan es batu. Peminat semakin banyak,” bebernya.

Wawan mengaku mendapatkan tebu hijau dari salah seorang yang memperoleh tebu dari Kediri. “Tidak semua tebu cocok untuk jualan es tebu. Hanya tebu hijau yang rasanya pas dan cocok digiling,” imbuhnya.

Meski saat ini diminati, namun risiko juga bisa menghampiri kapan saja. Musim penghujan menjadi salah satu tantangan paling berat bagi penjual es tebu. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Satu gagasan untuk “Bukan Hoax, Pedagang Es Tebu Sukses Ini Beberkan Caranya jadi Kaya

Komentar ditutup.