Pengusaha Mebel di Jepara Mulai Khawatir Kehilangan Karyawan

 

ana saat pertemuan pengusaha mebel dengan wakil bupati Jepara bersama pejabat terkait, Senin (21/9/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ana saat pertemuan pengusaha mebel dengan wakil bupati Jepara bersama pejabat terkait, Senin (21/9/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pengusaha mebel di Kabupaten Jepara mulai merasa khawatir kehilangan karyawan dan perajin mereka. Pasalnya, saat ini di Kabupaten Jepara sudah mulai banyak investor asing dan perusahaan di bidang lain yang merekrut banyak karyawan.

Salah satu yang merasa khawatir adalah pengusaha mebel asal Krasak, Kecamatan Bangsri, Febri Estiningsih. Menurutnya, pihaknya mengaku mulai merasa was-was karena banyaknya pabrik milik orang asing yang berinvestasi di seputar daerahnya.

”Bisa-bisa perajin kami memilih kerja di garmen atau pabrik-pabrik yang lain,” ujar Febri saat menghadiri pertemuan dengan wakil bupati Jepara bersama pejabat terkait, Senin (21/9/2015).

Selain mengeluhkan hal itu, sejumlah pengusaha juga mengeluhkan terkait regulasi kayu jati. Salah satu yang mengeluhkan hal ini adalah Sasmiatun, seorang exportir dari desa Bandengan, Kecamatan Kota Jepara.

”Kami mengeluhkan tentang regulasi kayu jati yang seakan-akan tidak berpihak pada perajin kecil. Harga kayu jati yang terus meningkat sangat menyulitkan para perajin,” ujarnya. (WAHYU KZ/TITIS W)