PPL Bermanfaat untuk Proses Menjadi Guru Sebenarnya

PPL-Bermanfaat

Noor dan Afkar bersama volunteers asing menjadi pengajar di SMA Muhammadiyah Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Mochammad Chasan, kepala SMA Muhammadiyah Kudus, mengatakan adanya mahasiswa PPL di sekolahnya sangat bermanfaat. Menurutnya, manfaat itu secara langsung dibebankan kepada para mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Sebagai contoh kehadiran mahasiswa PPL dari Universitas Muria Kudus (UMK) ke sekolahnya. Mereka datang melakukan praktik mengajar di SMA Muhammadiyah Kudus.

”Mereka terjun langsung dalam proses pembelajaran di hadapan para siswa. Dengan begitu, mereka akan siap terjun ke dunia pendidikan selepas lulus kuliah,” kata Mochmmad Chasan, saat ditemui di SMA Muhammadiyah Kudus, Jalan KHR Asnawi 19, Damaran, Kudus.

Selama tiga bulan, mulai 27 Agustus – 27 Oktober 2015, mahasiswa PPL melakukan praktik mengajar di sekolah tersebut. Di sekolah ini, mereka menggantikan tugas guru yang sebenarnya kepada para siswa. Misalnya Noor Sholikah, mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling, yang PPL di sekolah tersebut. Ia melakukan konsep pembelajaran kepada siswa dengan metode berkelompok. Dibantu teman-temannya, Noor memberikan konseling kepada siswa untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi para siswa. Khususnya bagi mereka yang kurang fokus dalam menerima pelajaran.

”Sampai sekarang ini, ada berbagai permasalahan yang dialami para siswa. Salah satunya ada yang sudah coba-coba merokok atau masalah ekonomi. Saya mengarahkan kepada mereka untuk menjadi siswa yang lebih berprestasi,” kata Noor.

Sementara itu Afkar Damba Fata, mahasiswa PPL jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, mengatakan perlunya dorongan untuk para siswa agar mau belajar bahasa Inggris. Sebab bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang perlu dipelajari para siswa.

”Sampai sekarang penemuan saya melihat banyak anak-anak yang malu untuk berbahasa Inggris. Saya menyarankan agar mereka berani untuk salah daripada tidak berani mengucapkan bahasa Inggris. Apalagi di sini ada volunteers asing yang cukup membantu saya dan teman-teman mendorong mereka untuk mengucapkan bahasa Inggris kepada volunteer tersebut,” pungkas Afkar. (HANA RATRI/TITIS W)