Dana Alokasi Khusus Dinperindagkop Rembang Terancam Dipangkas

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Batalnya rencana renovasi total Pasar Sarang dan Lasem ternyata membawa konsekuensi bagi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang. Instansi tersebut terancam terkena sanksi dari pemerintah pusat berupa pemangkasan dana alokasi khusus (DAK) 2016. Sebab anggaran sebesar Rp12,5 miliar dari DAK batal terserap karena rencana renovasi kedua pasar besar tersebut batal dilaksanakan tahun ini.

“Karena anggaran tidak diserap memang bisa menuai sanksi dari pusat. Mungkin saja jatah DAK tahun depan akan dipangkas. Namun, kami sangat berharap kepada pemerintah pusat bisa mengerti, sehingga tidak ada sanksi. Apalagi tingkat penyerapan anggaran yang rendah, tidak hanya terjadi di Rembang,” ujar Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Senin (14/9/2015).

Muntoha menyatakan, belum menginformasikan kepada para pedagang di Pasar Lasem dan Sarang atas batalnya rencana renovasi. Sebab, dia mengaku sungkan mengabarkannya karena belum lama ini instansinya telah menyosialisasikan rencana renovasi terhadap dua pasar tersebut.

“Selain alokasi DAK untuk Pasar Lasem dan Sarang yang tidak terserap, dana hibah bagi sejumlah kelompok juga tidak bisa dicairkan tahun ini. Sebab para calon penerima belum terdaftar di Kemenkum-HAM,” kata Muntoha. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)