Tolak Pernikahan Dini, Warga Dadapan Gelar Aksi Damai

Aksi damai menolak pernikahan dini di Desa Dadapan (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Aksi damai menolak pernikahan dini di Desa Dadapan (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Ratusan warga Desa Dadapan, Kecamatan Sedan menggelar aksi damai menolak pernikahan dini pada Jum’at (11/9/2015) siang. Peserta aksi damai yang mayoritas adalah siswa sekolah dasar tampak bersemangat berkeliling kampung membawa poster penolakan pernikahan dini. Selama ini wilayah setempat tercatat masih cukup tinggi angka terjadinya pernikahan dini.

Kampanye penolakan pernikahan dini tersebut digelar oleh Komite Perlindungan Anak Desa (KPAD) bersama pemerintah desa setempat serta didukung oleh Plan Internasional. Sejumlah tokoh masyarakat desa setempat juga turut mendukung penuh kegiatan tersebut dengan ikut berkeliling kampung. Sedangkan para peserta berasal dari empat dukuh di desa setempat, yakni Dukuh Siwalan Sukun, Ngemplak, Krajan dan Macan Ireng.

“Pemerintah desa dan masyarakat menyambut hangat dan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kami berharap masyarakat Desa Dadapan agar anak-anak tidak menikah dini dan lebih mementingkan pendidikan terlebih dahulu,” ujar Masrikah, Penjabat (Pj) Kepala Desa Dadapan, Jum’at (11/9/2015).

Nursam (40), warga setempat juga mengaku senang dan mendukung kegiatan tersebut. Pihaknya berharap agar segenap masyarakat bisa lebih mengedepankan pendidikan anak. Dia berharap, aksi penolakan tersebut bisa mengikis kebiasan pernikahan dini dan merubah pola berpkir.

“Kami sangat senang karena masyarakat Dadapan mulai sadar. Saya tidak nyangka bisa meriah dan banyak yang mendukung. Bapak-bapak dan ibu-ibu juga terlihat antusias mendukung,” kata Nursam.

Kunati (39), tokoh warga setempat yang sempat memiliki pengalaman menikah di usia ini menyatakan akan getol mengkampanyekan penolakan pernikahan dini di desanya. Guru MI tersebut mengaku terus memberikan pesan moral kepada anak-anak agar tidak menikah muda. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)