Ini Alasan Pemboikotan Rapat DRPD Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Ketua Komisi A DPRD Kudus, Mardijanto saat dikonfirmasi membantah kalau pihaknya sengaja memboikot rapat pembahasan RAPBD Perubahan 2015. Menurutnya, pihaknya memutuskan untuk menunda pembahasan karena masih perlu membahas DPPA dari masing-masing SKPD terlebih dulu.

Hal tersebut menurut Mardijanto, dipicu pengiriman DPPA yang dianggapnya terlalu mendadak. ”Kalau hari ini diberikan dan langsung dibahas, jelas ini tidak benar. Sebab, kami perlu mempelajari dahulu baru dibahas,” ujarnya.

Dari 34 SKPD yang menjadi mitra komisi A, baru delapan DPPA yang sudah ada ditangannya, sisanya belum dia terima kemarin. Namun informasinya sudah ada yang masuk lagi.

Untuk itu, pihaknya hari ini hanya akan membahas DPPA SKPD yang sudah ada ditangannya. Karena akan dipelajari, sedangkan DPPA SKPD yang belum ada ditangannya, tidak akan dilakukan pembahasan. ”Jika nantinya ada DPPA yang saya terima lagi, akan kami pelajari lagi, baru dibahas dengan SKPD,” terangnya.

Ketua DPRD Kudus, Masan mengaku kecewa dengan sikap Komisi A tersebut. Menurutnya, boikot rapat pembahasan RAPBD Perubahan 2015, jelas merupakan bentuk pengingkaran terhadap tugas-tugas wakil rakyat.

Jika aksi boikot ini berlanjut, Masan bahkan mengancam akan mengambil alih kendali pimpinan Komisi A. ”Kalau masih berlanjut, saya sendiri yang akan memimpin pembahasan RAPBD Perubahan di Komisi A,’ tandasnya. (MERIE/AKROM HAZAMI)