Rusak Parah, Saluran Irigasi Primer Hingga Kini Belum Tersentuh Perbaikan

Kondisi saluran irigasi primer yang rusak parah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi saluran irigasi primer yang rusak parah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Masa pengeringan atau penghentian gelontoran air Waduk Kedung Ombo (WKO) selama dua bulan untuk proses perbaikan saluran irigasi menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat. Sebab, hingga saat ini, masih banyak ruas saluran rusak yang dibiarkan begitu saja.

Dari pantuan MuriaNewsCom, saluran primer yang rusak parah, antara lain berada di Desa Krangganharjo dan Sugihan di Kecamatan Toroh. Ditempat ini, ada beberapa titik kerusakan parah yang panjangnya mencapai 500 meter.

Kerusakan saluran ini berbeda-beda kondisinya. Ada yang tanggulnya longsor dan sebagian besar batako penahan tanggul jebol. Akibat kerusakan ini kondisi saluran terlihat menyempit dibagian dasarnya.

Jika tidak segera ditangani maka kerusakan saluran itu diperkirakan bakal bertambah parah. Soalnya, dalam waktu dekat, air dari WKO akan segera digelontorkan lagi ke saluran primer yang mendapat pasokan air dari Bendung Sidorejo tersebut.

”Kerusakan di saluran irigasi ini sudah terjadi cukup lama. Petani berharap perbaikan saluran ini bisa secepatnya dilakukan, sebelum rusaknya tambah parah,” kata Sutrimo, petani di Desa Sugihan.

Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Grobogan Subiyono mengatakan, gelontoran air dari WKO ke saluran irigasi sudah dimulai awal September lalu. Untuk tahap awal, air dari WKO akan digelontorkan dulu ke Bendung Sedadi dan Klambu. Kemudian, untuk pasokan air ke Bendung Sidorejo dan Kali Lanang baru digelontorkan pada 15 September.

”Untuk masalah perbaikan saluran irigasi primer menjadi kewenangan PSDA Provinsi Jateng. Sedangkan yang ditangani dinas pengairan adalah saluran kecil menuju ke sawah,” jelasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)