Branding Mobil untuk Kampanye Dilarang

Salah satu branding mobil milik pasangan nomor urut tiga di Pilkada Kabupaten Rembang ikut digunakan saat ikrar damai kampanye beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Salah satu branding mobil milik pasangan nomor urut tiga di Pilkada Kabupaten Rembang ikut digunakan saat ikrar damai kampanye beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Rembang memberikan imbauan sekaligus peringatan tentang penggunaan alat peraga kampanye (APK). Panwas pemilihan bupati dan wakil bupati di Kota Garam menegaskan bahwa penggunaan branding mobil sebagai media kampanye dinyatakan melanggar aturan. Panwas meminta agar seluruh tim sukses pasangan calon mematuhi aturan tersebut.

“Kami ingin mendorong kepada seluruh tim kampanye agar mematuhi aturan dengan tidak menggunakan APK selain yang diproduksi oleh KPU. Sebab sesuai Peraturan KPU nomor 7 tahun 2015 penggunaan APK telah diatur secara jelas. Branding mobil itu larangan karena tidak tercantum sebagai APK yang diperbolehkan dibuat oleh pasangan calon,” ujar Totok Suparyanto, Ketua Panwas Pilkada Kabupaten Rembang, Jumat (4/9/2015).

Totok menyatakan bahwa ada persoalan tersendiri dalam menertibkan mobil bergambar pasangan calon tertentu, sebab mobil itu terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga cukup menyulitkan penertiban. Untuk itu pihaknya berharap agar masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan kepada Petugas Pengawas Lapangan (PPL) atau ke Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) agar diteruskan ke Panwas Pilkada Kabupaten.

“Kami berharap masyarakat mau melapor secara rinci jika menemui ada mobil yang dibranding bergambar calon pasangan tertentu. Catat secara rinci mulai dari jenis mobilnya apa, nomor polisi mobilnya berapa dan berada di lokasi mana. Jika kami telah mengantongi data secara detail, kami tentu siap mengambil langkah cepat untuk penertiban,” kata Totok. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)