Top! Kerajinan Pelepah Pisang Buatan Warga Pati Tembus Malaysia

Agung Nugroho tengah menyelesaikan kerajinan miniatur vespa yang dibuat dari pelepah pisang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Agung Nugroho tengah menyelesaikan kerajinan miniatur vespa yang dibuat dari pelepah pisang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pelepah pisang sebagian besar dibuang menjadi sampah atau dibiarkan membusuk di tanah pekarangan rumah. Beda halnya dengan Agung Nugroho (22), warga Dukuh Sekarkurung, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo.

Di tangan Agung, pelepah pisang dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan yang unik. Salah satunya, miniatur vespa, becak, hingga tugu monas.

“Pelepah pisang sebetulnya bisa dibuat miniatur apa saja. Tapi, saat ini saya baru merancang miniatur vespa, becak dan monas. Sehari, biasanya saya bisa menghasilkan dua hingga tiga miniatur,” ujar Agung saat ditemui MuriaNewsCom, Selasa (1/9/2015).

Satu miniatur biasanya dihargai dengan Rp 50 ribu. Kendati begitu, miniatur buatan Agung tersebut sempat dihargai Rp 250 ribu. “Pernah ada pemesan dari Malaysia yang membeli dengan hitungan dollar Amerika, yaitu 20 dollar Amerika. Belinya lewat media sosial,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)