Rela Tunda Beli Barang Elektronik Sampai Dollar Turun

 Kushariyadi tengah berburu peranti elektronik di situs jual online. Ia mengaku akan menahan diri untuk tidak beli barang elektronik hingga rupiah menguat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kushariyadi tengah berburu peranti elektronik di situs jual online. Ia mengaku akan menahan diri untuk tidak beli barang elektronik hingga rupiah menguat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Kushariyadi, warga Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota rela menahan diri untuk tidak membeli barang elektronik sampai dollar Amerika turun dari Rp 14.000. Karena, kenaikan dollar membuat harga barang elektronik melonjak tajam.

“Saya sebetulnya butuh laptop dan smartphone untuk kebutuhan kerja. Tapi, kenaikan harganya sangat tinggi, sehingga saya menunggu agar rupiah kembali menguat,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/9/2015).

Ia menambahkan, harga notebook Asus Eee PC 1015 tiga tahun yang lalu sebesar Rp 2,5 juta. Logikanya, kata dia, saat ini harus di kisaran Rp 2 juta ke bawah.

Meski begitu, harganya saat ini justru tembus Rp 2,6 juta. “Netebook yang tiga tahun lalu saja harganya Rp 2,5 juta, sekarang malah Rp 2,6 juta. Karena itu, saat ini saya tidak beli barang elektronik dulu sebelum rupiah menguat,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)