Polisi Rembang Percepat Pelimpahan Kasus Dugaan Korupsi RSUD Rembang

Kasatreksrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Kasatreksrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Rembang berjanji untuk mempercepat pelimpahan kasus dugaan korupsi pembangunan ruang perawatan kelas VIP RSUD dr R Sutrasno Rembang. Rencana ini mencuat seiring diterima hasil audit perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah atas proyek senilai Rp7,7 miliar pada tahun 2012 tersebut.

“Kami memang telah menerima hasil audit kerugian negara dari BPKP, nilai kerugian negaranya mencapai Rp 997 juta. Proses penyidikan pidana khusus seperti korupsi membutuhkan waktu ekstra, sebab kami harus cermat agar tidak dimentahkan. Namun target kami, berkas perkara sudah akan beres dan dilimpahkan ke kejaksaan negeri pada tahun ini,” ujar Kapolres Rembang AKBP Winarto melalui Kasatreksrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono, Selasa (1/9/2015).

Eko menegaskan bahwa kasus rumah sakit berpelat merah itu akan terus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun dia mengaku sedikit menemui kendala, yakni terkait keterangan dari tim ahli. Meski demikian dia menyatakan telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, yakni M Zuhri, Budi Harsono dan Mujiono.

“Sejauh ini ketiga tersangka memang belum kami tahan. Soal penahanan itu kan sifatnya dapat (ditahan). Mereka bertiga sejauh ini kooperatif menjalani penyidikan. Terkait kemungkinan apakah ada tersangka lain, kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Namun kemungkinan itu (tersangka baru) memang ada,” kata Eko. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)