KSBSI : Pemda dan SPSI Harus Kawal UMK 2016 Agar Tidak Anjlok

Ilustrasi 

Ilustrasi

 

KUDUS – Hasil survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pada Agustus yang merosot hingga dibawah besaran UMK Kudus 2015, seharusnya dipertanyakan oleh Pemkab Kudus dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Karena, dalam hal ini, keduanya dilibatkan.

Koordinator KSBI Selamet Mahmudi mengatakan, dalam hal ini pihaknya meminta kepada serikat pekerja dan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan buruh. Tidak hanya sebatas menaikkan UMK yang menjadi tren setiap tahun, namun juga kenaikan hidup yang layak bagi buruh.

“Hasil survei menunjukkan, peran serikat pekerja menentukan tinggi dan rendahnya nilai UMK di daerah. Dengan kata lain, serikat pekerja yang memiliki legitimasi dari buruh, berpengaruh pada tingkat kesejahteraan buruh,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Peran pemerintah, katanya, diharapkan bisa mengantisipasi merosotnya nilai UMK di Kudus pada tahun 2016. Ironis jika Kabupaten Kudus nominal UMK yang berlaku untuk buruh semakin tidak mensejahterakan. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)